Tok! Tarif Listrik Nonsubsidi Januari-Maret 2023 Tidak Naik

Tok! Tarif Listrik Nonsubsidi Januari-Maret 2023 Tidak Naik

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan penyesuaian Tarif Tenaga Listrik (Tariff Adjustment) periode Januari-Maret 2023 untuk 13 pelanggan nonsubsidi per 1 Januari sampai dengan 31 Maret 2023 tidak mengalami perubahan alias tetap.

"Untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mempertimbangkan kondisi saat ini nan belum mendukung untuk melanjutkan penerapan tariff adjustment, Pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik triwulan I 2023 (Januari-Maret 2023) untuk pelanggan nonsubsidi merujuk pada tarif triwulan IV 2022 (Oktober-Desember 2022) alias tarif tetap," ujar Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Dadan Kusdiana dikutip dari laman ESDM, Sabtu ( 31/12/2022).

Dadan menyampaikan sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik nan Disediakan oleh PT PLN (Persero) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2020, andaikan terjadi perubahan terhadap realisasi parameter makro ekonomi (kurs, Indonesian Crude Price/ICP, inflasi, dan Harga Patokan Batubara/HPB) nan dihitung secara tiga bulanan, maka bakal dilakukan penyesuaian terhadap tarif tenaga listrik (tariff adjustment). Periode triwulan I-2023 menggunakan realisasi Agustus-Oktober 2022.

Ia menyebut realisasi parameter ekonomi makro rata-rata Agustus-Oktober 2022 ialah kurs Rp 15.079,96/dolar AS, Indonesian Crude Price (ICP) US$ 89,78/barel, tingkat inflasi sebesar 0,28%, dan Harga Patokan Batubara (HPB) Rp 920,41/kg (kebijakan nilai DMO Batubara US$ 70/ton).

Tarif Listrik Ditahan Demi Daya Beli

Dadan menambahkan berasas perubahan empat parameter tersebut, semestinya penyesuaian tarif tenaga listrik (tariff adjustment) triwulan I-2023 mengalami kenaikan dibandingkan dengan tarif tenaga listrik nan ditetapkan pada triwulan IV-2022. Namun kenaikan tersebut tidak dilakukan demi menjaga daya beli masyarakat.

"Adapun tarif tenaga listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya juga tidak mengalami perubahan, besaran tarifnya tetap. Sebanyak 25 golongan pelanggan ini tetap diberikan subsidi listrik, termasuk di dalamnya pelanggan nan peruntukan listriknya bagi upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM), upaya kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial," kata Dadan.

Ke depan dimungkinkan tarif tenaga listrik dapat mengalami perubahan naik ataupun turun memandang perkembangan kurs, ICP, inflasi, dan HPB dan kondisi terkini masyarakat. Kementerian ESDM juga mendorong agar PT PLN (Persero) terus berupaya melakukan langkah-langkah efisiensi operasional nan dapat menurunkan biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik dan tarif tenaga listrik.

"Tidak naiknya besaran tarif tenaga listrik ini tentunya memberikan kepastian kepada beragam golongan masyarakat dan menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas dan pemulihan ekonomi nasional," pungkasnya.

(ada/ara)

Selengkapnya
Sumber Berita Keuangan Update
Berita Keuangan Update
Atas