Tok! Libur Pekerja Kini Cuma Boleh 1 Hari Dalam Seminggu | Drafmedia.com

Tok! Libur Pekerja Kini Cuma Boleh 1 Hari Dalam Seminggu | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo tetap mempertahankan pengaturan libur sehari dalam sepekan bagi para pekerja di Tanah Air, dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Cipta Kerja.

Aturan ini tetap termuat dalam Pasal 79, sebagaimana sebelumnya telah ditetapkan dalam UU Cipta Kerja. Pasal 79 ini diubah dari ketentuan sebelumnya nan termuat dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Pada ayat 1 nya tidak ada perubahan, lantaran sama-sama mewajibkan pengusaha memberikan waktu rehat dan libur bagi pekerjanya. Namun, waktu rehat ini diubah, khususnya untuk waktu rehat mingguan dari nan semula 2 hari untuk 5 hari kerja dalam sepekan menjadi 1 hari.

"Istirahat mingguan 1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu," dikutip dari Pasal 79 ayat 2 Perpu Cipta Kerja, Senin (2/1/2023).

Sementara itu, untuk rehat antara jam kerja, paling sedikit tetap sebanyak separuh jam setelah bekerja selama 4 jam terus-menerus, dan waktu rehat tersebut tidak termasuk jam kerja.

Adapun untuk urusan cuti, ialah libur tahunan, paling sedikit 12 hari kerja setelah pekerja nan berkepentingan bekerja selama 12 bulan secara terus menerus. Tapi, perlu diingat tidak lagi ada ketentuan jangka waktu rehat panjang sebagaimana diatur dalam UU Ketenagakerjaan.

"Selain waktu rehat dan libur sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3), perusahaan tertentu dapat memberikan rehat panjang nan diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, alias perjanjian kerja bersama," sebagaimana tertera pada Pasal 79 ayat 4 Perpu Cipta Kerja.

Sebagai informasi, dalam UU Ketenagakerjaan rehat panjang ditetapkan sekurang-kurangnya 2 bulan dan dilaksanakan pada tahun ketujuh dan kedelapan masing-masing 1 bulan bagi pekerja/buruh nan telah bekerja selama 6 tahun secara terus-menerus pada perusahaan nan sama.

Ketentuannya pekerja alias pekerja tersebut tidak berkuasa lagi atas rehat tahunannya dalam 2 tahun melangkah dan selanjutnya bertindak untuk setiap kelipatan masa kerja 6 tahun.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Perpu Ciptaker Mendesak Diterbitkan: Investor Kini Bingung!


(mij/mij)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas