Tengah Hadapi Kesulitan, Anak Usaha Pupuk Indonesia Tetap Jalankan TJSL | Drafmedia.com

Tengah Hadapi Kesulitan, Anak Usaha Pupuk Indonesia Tetap Jalankan TJSL | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Suara.com - PT Rekayasa Industri (Rekind) ikut berperan membantu meringankan beban korban gempa Cianjur, Jawa Barat lewat programme Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL.

Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih mengatakan,  meskipun tengah dihadapkan pada situasi sulit, Rekind tetap berupaya untuk bisa berperan aktif guna membantu meringankan beban yang dihadapi para korban di Cianjur, Jawa Barat.  

Untuk diketahui, Gempa yang terjadi pada 21 November 2022 itu, menelan korban jiwa 600 orang. Meluluhlantakkan 17.864 bangunan, seperti rumah, fasilitas umum, perkantoran, sekolah dan tempat ibadah. Akibatnya 104 ribu warga Kabupaten Cianjur terpaksa mengungsi di 224 posko pengungsian, baik yang terpusat maupun mandiri.

"Bantuan yang diberikan ini merupakan bentuk komitmen kami  dalam mengedepankan programme TJSL, sebagai salah satu bentuk aspek keberlanjutan perusahaan," ujarnya di Jakarta, Senin (2/1/2023).

Baca Juga: Sukses Jalankan Transformasi, PLN Raih 314 Penghargaan Sepanjang 2022

Program ini, lanjut Triyani, juga merupakan salah satu wujud nyata hadirnya Rekind bagi masyarakat dan kepedulian dalam menanggulangi bencana.

Melalui Tim TJSL, Rekind berupaya bisa menyalurkan bantuan bagi korban bencana gempa sesuai dengan people yang direncanakan, sehingga bantuan yang disalurkan bisa tepat sasaran dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

Bantuan yang diberikan oleh anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) ini difokuskan  kepada warga Cugenang dan sekitarnya. Bantuan ini disalurkan melalui Posko PT Pupuk Indonesia (Persero)  Group di bawah ‘komando’ Tim PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC).

Melalui posko ini, bantuan yang diberikan digunakan untuk meringankan beban pengungsi melalui pemenuhan satu portion tenda pengungsi  berukuran 6x12 meter. Selain itu ada juga bantuan berupa sembako dan pakaian layak pakai.

"Kenapa Cugenang yang kami pilih? Karena desa ini merupakan lokasi terparah dan sulit dijangkau oleh tim SAR karena lokasi pemukimannya padat dan akses jalan yang sempit ditambah tertutup puing-puing bangunan yang hampir semuanya rata dengan tanah. Untuk itu PI Group menjadikan Desa Cugenang sebagai lokasi posko," ungkap VP Comdev & TJSL Rekind, Herman Susatyo.

Baca Juga: KAI Salurkan TJSL Rp 25,5 Miliar Sepanjang 2022

Selengkapnya
Sumber Berita Terbaru - Trending 2023
Berita Terbaru - Trending 2023
Atas