Tembus Rp1 M, Segini Dana yang Dikelola Kepala Desa Setahun! | Drafmedia.com

Tembus Rp1 M, Segini Dana yang Dikelola Kepala Desa Setahun! | Drafmedia.com

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Aksi unjuk rasa ratusan kepala desa di depan Gedung Parlemen Senayan, Selasa (17/01/2023). Massa menuntut perpanjangan masa kedudukan dari enam tahun menjadi sembilan tahun. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Aksi unjuk rasa ratusan kepala desa di depan Gedung Parlemen Senayan, Selasa (17/01/2023). Massa menuntut perpanjangan masa kedudukan dari enam tahun menjadi sembilan tahun. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Akhir-akhir ini ramai kepala desa (kades) memadati Gedung Parlemen Senayan di Jakarta untuk melakukan unjuk rasa. Salah satu tuntutan nan mereka ajukan adalah perpanjangan masa kedudukan kepala desa dari nan sebelumnya 6 tahun menjadi 9 tahun.

Dari keterangan salah satu kades asal Demak, Jawa Tengah, Supriyanto, argumen mereka menuntut perpanjangan kedudukan tersebut lantaran para kades merasa 6 tahun bukanlah waktu nan cukup untuk membangun desa dengan baik. Untuk itu, mereka meminta pertambahan masa kedudukan agar para kades tidak buru-buru digantikan oleh calon kades nan baru.

Jika dilihat dari argumen tersebut, salah satu komponen krusial untuk membangun desa sebenarnya dapat dilihat dari jumlah anggaran desa nan diberikan kepada para kades, dan tentu hasil realisasi dan akibat penggunaannya bagi kesejahteraan masyarakat.

Lantas, sebenarnya berapa anggaran nan diterima para kades di Indonesia di tahun ini?

Melansir dari situs resmi DJPK Kemenkeu, jumlah biaya desa nan digelontorkan dari APBN sebesar Rp 70 triliun. Dana ini dialokasikan kepada 74.954 desa di 434 kabupaten/kota. Pembagian anggaran biaya desa untuk tahun 2023 telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan PMK No. 201/PMK.07/2022.

Pada Pasal 6 ayat (5) disebutkan bahwa formula pengalokasian biaya desa dibagi berasas 4 bagian, ialah alokasi dasar, alokasi afirmasi, alokasi kinerja, dan alokasi formula. Adapun penentuan alokasi dasar bagi setiap desa ditentukan berasas jumlah masyarakat masing-masing desa. Di mana paling rendah bagi jumlah masyarakat 1 sampai 100 orang ialah Rp 415.261.000 dan nan paling tinggi ialah desa dengan jumlah masyarakat lebih dari 10 ribu orang sebesar Rp 788.996.000.

Sedangkan untuk alokasi afirmasi dibagikan kepada desa tertinggal dan sangat tertinggal nan mempunyai jumlah masyarakat miskin terbanyak. Adapun alokasi afirmasi bagi desa tertinggi sebesar Rp 105.688.000 dan desa sangat tertinggal sebesar Rp 158.532.000.

Sementara itu alokasi keahlian diberikan kepada desa dengan keahlian terbaik nan ditentukan untuk setiap kabupaten/kota. Adapun penentuannya berasas status pemda, dimana bagi pemda nan melakukan penilaian parameter tambahan keahlian menerima sebesar Rp 260.949.000 dan bagi nan pemda nan tidak melakukan penilaian parameter tambahan keahlian desa menerima sebesar Rp 208.765.000. Sedangkan untuk alokasi formula diberikan dengan porsi sebesar 30% dari anggaran Dana Desa.

Berdasarkan rincian biaya desa nan diterima oleh 74.954 desa, adapun biaya tertinggi nan diperoleh beberapa desa berada di kisaran Rp 1 miliar. Salah satu desa nan menerima biaya desa terbesar adalah Desa Tenggulun dengan biaya sebesar Rp 1.919.203.000. Sedangkan desa nan menerima biaya terendah berada di kisaran Rp 500 jutaan. Namun secara umum, masing-masing desa di Indonesia menerima biaya desa sebesar Rp 600-900 juta.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Ribuan Kades Geruduk DPR Tuntut Perpanjangan Masa Jabatan


(mij/mij)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas