Tanpa Juru Selamat BI, SBN Siapa yang Mau Beli? | Drafmedia.com

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah diperkirakan tidak bakal jor-joran menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) pada tahun ini. Ketidakpastian global, defisit nan lebih kecil, dan absennya sistem burden sharing dengan Bank Indonesia (BI) membikin publikasi SBN bakal lebih kecil.

Seperti sudah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1/2020, defisit anggaran bakal dikembalikan di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2023.

Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 sudah ditetapkan sebesar 2,84% dari PDB.

Perppu Nomor 1/2020 sebelumnya mengizinkan pemerintah untuk menetapkan batasa defisit anggaran di atas 3% pada 2020-2022. Melalui Perpu tersebut, BI juga berkomitmen untuk membantu pendanaan selama masa krisis melalui sistem burden sharing hingga 2022.

Berdasarkan informasi Bank Indonesia, bank sentral RI tersebut sudah melalukan pembelian SBN senilai Rp 1.104,85 triliun sepanjang 2020-2022.  Pembelian pada 2020 tercatat sebesar Rp 473,42 triliun sementara pada 2021 sebesar Rp 358,32 triliun dan pada 2022 sebesar Rp 273,11 triliun.

Besarnya pembelian SBN membikin kepemilikan BI dalam SBN pemerintah melonjak menjadi 27,38% (gross) per akhir Desember 2022 dari 12,39% pada akhir Februari 2020 alias periode sebelum pandemi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani tentu saja menyadari tantangan pengelolaan utang tanpa support BI.

Setelah tiga tahun dibantu BI, pemerintah mesti bekerja keras untuk memenuhi pembiayaan dan sasaran publikasi jika penawaran ambruk di tengah tetap tingginya ketidakpastian global.

Karena itulah, pemerintah memilih untuk menerbitkan seluruh SBN di bawah payung skema Surat Keputusan Bersama (SKB). Cara lainnya adalah menahan shopping 2022.

Dengan demikian, pemerintah mempunyai kas sangat besar untuk menghadapi 2023 ialah sekitar Rp 387,2.  Kas tersebut berasal dari dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2022 mencapai Rp 232,2 triliun dan Saldo Anggaran Lebih (SAL) hingga akhir tahun ini sebesar Rp 165 triliun.

"Saya lakukan sekarang dengan mengumpulkan SiLPA saya sehingga walaupun tahun depan tidak ada SKB 3 (burden sharing) tahun depan, saya punya alas pembiayaan," kata Sri Mulyani dalam Outlook Perekonomian Indonesia 2023, dikutip Kamis (22/12/2022).

Akanka Asing Kembali Melirik SBN?

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas