Taipan Batu Bara Bisa Terbebas dari Setoran Royalti, Asal.. | Drafmedia.com

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Pekerja membersihkan sisa-sisa batu bara nan berada di luar kapal tongkang pada saat bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). Pemerintah Indonesia berambisi untuk mengurangi besar-besaran konsumsi batu bara di dalam negeri, apalagi tak mustahil jika meninggalkannya sama sekali. Hal ini tak lain demi mencapai sasaran netral karbon pada 2060 alias lebih cepat, seperti nan dikampanyekan banyak negara di dunia. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Aktivitas Bongkar Muat Batu Bara di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) No.2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja pada 30 Desember 2022 lalu.

Salah satu rumor nan diatur dalam Perpu terbaru ini adalah menyangkut sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba). Peraturan ini menyebut bahwa pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) maupun IUP Khusus (IUPK) bisa diberikan perlakuan tertentu berupa pengenaan iuran produksi/ royalti sebesar 0%.

Namun demikian, perlakuan tertentu berupa pembebasan royalti ini bukan bertindak sembarangan alias bebas begitu saja, melainkan ada syarat khusus, ialah bagi perusahaan batu bara nan melakukan hilirisasi batu bara di dalam negeri.

Hal tersebut diatur dalam Pasal 39 Perpu Cipta Kerja terkait sub sektor pertambangan mineral dan batu bara.

Pasal 39 ini mengatur soal perubahan pada Undang-Undang No.4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (UU Minerba), di mana di UU tersebut disisipkan satu pasal, ialah Pasal 128 A nan berbunyi:

(1) Pemegang IUP alias IUPK pada tahap kegiatan Operasi Produksi nan melakukan Pengembangan dan/atau Pemanfaatan Batubara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1O2 ayat (2) dapat diberikan perlakuan tertentu terhadap tanggungjawab penerimaan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128.

"(2) Pemberian perlakuan tertentu terhadap tanggungjawab penerimaan negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk kegiatan Pengembangan dan/ alias Pemanfaatan Batubara dapat berupa pengenaan iuran produksi/royalti sebesar 0% (nol persen)," tulis Perpu Cipta Kerja tersebut.

Adapun ayat (3) menyebutkan: Ketentuan lebih lanjut mengenai perlakuan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Pemerintah.

Pemberian insentif berupa pembebasan royalti nol persen ini diharapkan bisa mendorong hilirisasi batu bara di dalam negeri.

Hal itu diungkapkan Pengamat Ekonomi Energi di Universitas Gajah Mada, Fahmy Radhi. Fahmy juga mengatakan, patokan ini diharapkan bisa mendorong transisi daya di Tanah dari daya kotor menjadi daya bersih.

"Pembebasan royalti sebagai corak insentif untuk mendorong hilirisasi batu bara nan mengubah batu bara sebagai daya kotor menjadi daya bersih," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Senin (2/1/2023).

Dia menyebut persediaan batu bara di Indonesia tetap terhitung besar. Oleh lantaran itu dia berharap, persediaan batu bara nan melimpah ini bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan dalam negeri melalui hilirisasi.

"Cadangan batu bara Indonesia tetap sangat besar, sangat tidak mungkin jika tidak dimanfaatkan. Salah satu upaya pemanfaatan itu adalah hilirisasi, utamanya mengubah menjadi daya bersih," imbuhnya.

Dia pun menilai hilirisasi bisa menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, hingga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Hilirisasi batu bara juga memberikan multiplier effects bagi peningkatan value added batu bara, pembukaan lapangan pekerjaan baru dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi," tambahnya.

Hal senada diungkapkan Pakar Hukum Pertambangan Ahmad Redi. Redi mengatakan bahwa pembebasan royalti bagi perusahaan tambang nan melakukan hilirisasi merupakan langkah ideal bagi pemerintah.

"Kebijakan royalti 0% tersebut cukup ideal sebagai insentif bagi perusahaan nan mau melakukan hilirisasi batu bara," ujarnya.

Dia menilai pembebasan royalti tersebut menjadi ideal dengan pertimbangan bahwa proses hilirisasi batu bara bakal menciptakan banyak faedah bagi negara ini, antara lain dapat meningkatkan nilai tambah bagi batu bara, sehingga tak dijual mentah-mentah.

Selain itu, hilirisasi batu bara juga meningkatkan pendapatan negara, menambah lapangan kerja, hingga pemenuhan gas di dalam negeri nan bisa diproses dari gasifikasi batu bara.

"Tujuan hilirisasi batu bara sangat krusial bagi kepentingan nasional Indonesia, ialah meningkatkan nilai tambah produk, meningkatkan penerimaan negara dan daerah, penerimaan tenaga kerja, pemenuhan kebutuhan dalam negeri seperti batu bara cair dan gas sebagai bahan bakar, dan adanya pengembangan area industri," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Terbaru! Bukti Nyata RI Kipas-Kipas Duit dari Batu Bara Cs


(wia)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas