Tahun Ini Ingin Punya Rumah Hingga Umrah Tapi Nggak Bangkrut? Gini Tipsnya | Drafmedia.com

Tahun Ini Ingin Punya Rumah Hingga Umrah Tapi Nggak Bangkrut? Gini Tipsnya | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Momen awal tahun dipergunakan sebagian besar masyarakat untuk menyusun resolusi, termasuk di antaranya resolusi keuangan. Bentuknya pun bervariasi, menyesuaikan dengan kemauan dan kebutuhan dari tiap-tiap individu.

Beberapa bentuk resolusi nan kerap disebut-sebut masyarakat antara lain seperti mau membeli aset rumah, berangkat umrah, hingga menggelar kegiatan pernikahan. Tentunya, resolusi seperti ini memerlukan biaya nan tidak sedikit untuk mewujudkannya.

Lalu, hal-hal apa saja nan perlu dipertimbangkan demi mewujudkan resolusi tersebut?

Perencana keuangan, Aidil Akbar mengatakan, perlu untuk memandang keahlian finansial terlebih dulu sebelum memutuskan untuk membeli aset. Salah satu contohnya dalam pembelian rumah, masyarakat perlu menghitung berapa besaran pendapatan dan berapa budget nan diperlukan untuk membeli rumah tersebut.

"Nomor satu, sudah berbilang belum dari penghasilan itu cukup untuk angsuran rumah? Atau berapa rupiah angsuran rumah nan dibutuhkan? Karena kan kelak keahlian untuk beli rumahnya dari situ," katanya, kepada detikcom, Senin (02/01/2022).

Misalnya, seseorang mempunyai penghasilan sebesar Rp 10 juta, menurutnya, orang tersebut bisa membeli rumah di nilai sekitar Rp 500 jutaan dengan kisaran angsuran Rp 3,3 jutaan per bulannya. Setelah merancang kalkulasi awal ini, Aidil mengatakan, barulah orang tersebut mencari letak rumahnya, menyesuaikan dengan kemampuannya membayar angsuran bulanan.

"Nyicil rumah kan komitmen jangka panjang. Jadi dia ngitungnya berasas keahlian membayar angsuran bulanan, bukan berasas kemauan rumah nan dia mau beli. Karena jika nggak, ntar budgetnya nggak masuk," terangnya.

Lebih lanjut, Aidil menerangkan, dari situlah orang tersebut bisa menghitung berapa DP nan kudu dikeluarkannya. Nah selanjutnya, orang tersebut bisa memproyeksikan berapa waktu nan dibutuhkannya untuk mengumpulkan duit DP, sesuai dengan kemampuannya dalam membayar angsuran per bulan.

"Dengan DP misalnya, anggaplah Rp 150-200 juta. Maka, jika saya hanya bisa nyicil Rp 3 juta per bulan, maka butuh waktu buat DP-nya aja saya butuh ngumpulin 3 tahun, 4 tahun, gitu. Ngitungnya dibalik, dari keahlian kita bayar angsuran dulu. Bukan dari nilai rumahnya," jelas Aidil.

Begitu pula dengan resolusi lain seperti pergi umrah maupun menikah. Menurutnya, semua tetap perlu memperhitungkan keahlian finansial sekaligus sasaran realisasi resolusi tersebut tercapai. Semisal gajinya Rp 10 juta tadi, sementara biaya umrah Rp 35 juta. Menurutnya, tetap bisa dicicil Rp 3 juta per bulan hingga akhir tahun.

"Tapi dengan penghasilan segitu belum tentu semua ini (umrah dan rumah) bisa terealisasi berbarengan di 2023. Jadi 2023 itu bisa jadi resolusi untuk memulai. Kalau dia nggak punya tabungan, nggak punya apa-apa, berfaedah kan dia lenyap Rp 3 juta perbulan untuk nyicil umrah. Artinya dia nggak bisa nyicil DP rumah," ujar Aidil.

"Artinya kudu ada nan dikompromikan dong? Bisa jadi umrahnya tahun depan, DP rumahnya baru bisa terlaksana misal 2025. Supaya Rp 3 juta perbulan itu bisa dialokasikan 50% buat umrah dan 50% untuk DP rumah," tambahnya.

Lain halnya dengan mereka nan berpenghasilan puluhan juta. Menurutnya, bisa saja semua resolusi tersebut terwujud dalam waktu bersamaan. Menurutnya, salah satu nan bisa dilakukan masyarakat nan gajinya terbatas adalah dengan memulai financial planning sebagai resolusi di 2023.

Simak Video "KuTips: Tips Mengatur Keuangan Biar Cepat Kaya!"
[Gambas:Video 20detik]

Selengkapnya
Sumber Berita Keuangan Update
Berita Keuangan Update
Atas