Ssst! Ini Resolusi Presiden Jokowi di Tahun 2023 | Drafmedia.com

Ssst! Ini Resolusi Presiden Jokowi di Tahun 2023 | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengemukakan resolusinya pada tahun ini. Dalam kunjungan ke Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (2/1/2023), Jokowi mengungkapkan satu resolusinya bagi Indonesia.

Dia enggak menyampaikan resolusinya sebagai pribadi, tetapi menegaskan bahwa resolusinya sebagai Presiden. Dia berambisi Indonesia tidak terkena imbas resesi global

"Ya jangan pribadi lah, (sebagai presiden) kita berambisi indonesia tidak terkena imbas resesi global," ujar Presiden kepada awak media di Pasar Tanah Abang.

Sebelumnya, Jokowi juga menegaskan bahwa tahun 2023 adalah tahun ujian bagi ekonomi bumi dan ekonomi Indonesia. Pasalnya, ketidakpastian dunia susah untuk diperkirakan.

Seperti diketahui, lembaga multinasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia hingga lembaga rating bumi seperti Fitch Ratings dan Moody's Analytics ramai-ramai memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia untuk 2023 berkali-kali.

IMF sudah memangkas proyeksi ekonomi dunia 2023 dari 4,4% pada forecast Januari, 3,2% pada April, dan menjadi 2,7% pada forecast Oktober.

Fitch Ratings memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2023 dari 1,7% menjadi 1,4%. Sementara itu, Moody's memproyeksi ekonomi dunia hanya bakal tumbuh 2,3% pada tahun depan dari 2,7% pada 2022.

Jokowi sendiri berambisi Indonesia tetap bisa tumbuh di kisaran 5% pada 2023.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan berada di kisaran 5,1-5,3% dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo lebih pesimis di kisaran 4,7-5,5%.

"Tahun depan forecast ekonomi Indonesia agak lebih rendah dibandingkan tahun ini, lantaran environment dunia bakal melemah secara tidak langsung juga bakal mempengaruhi keahlian perekonomian Indonesia tahun depan," tutur Sri Mulyani dalam konvensi pers APBN Kita, pekan lalu.

Tantangan terbesar Indonesia pada tahun depan diperkirakan tetap datang dari aspek eksternal, terutama ancaman resesi dan kebijakan moneter ketat The Fed. Resesi di negara maju diperkirakan bisa menekan ekspor Indonesia, sementara kebijakan moneter ketat bisa membikin pasar finansial Tanah Air goyang.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Banyak Nabung Deh! Resesi Global Hampir Pasti di 2023


(haa/haa)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas