Sri Mulyani Atur Gaji Rp 5 Juta Kena Pajak 5%, Ini Rumusnya! | Drafmedia.com

Sri Mulyani Atur Gaji Rp 5 Juta Kena Pajak 5%, Ini Rumusnya! | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat Penyerahan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2023, 1 Des 2022 (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden) Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat Penyerahan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2023, 1 Des 2022 (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah secara resmi bakal memberlakukan patokan baru pajak penghasilan tenaga kerja alias PPh Pasal 21. Seperti nan tertuang di dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

Ketentuan teknis mengenai pajak penghasilan diatur secara rinci lewat Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang PPh.

Lewat patokan baru tersebut, sekarang pekerja dengan penghasilan Rp 4,5 juta per bulan alias Rp 54 juta per tahun termasuk ke dalam kategori penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Sebelum adanya UU HPP, masyarakat kategori ini dikenakan pajak 5%.

Adapun saat ini, mereka nan mempunyai penghasilan Rp 5 juta per bulan alias Rp 60 juta dalam setahun dikenakan pemotongan pajak 5%.

Dalam beleid PP Nomor 55 Tahun 2022 diterangkan bahwa nan menjadi objek pajak adalah penghasilan, ialah setiap tambahan keahlian ekonomis nan diterima alias diperoleh wajib pajak.

"Baik nan berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, nan dapat dipakai untuk konsumsi alias untuk menambah kekayaan wajib pajak nan berkepentingan dengan nama dan dalam corak apapun," tulis Pasal II tentang Objek Pajak Penghasilan dalam PP 55/2022, dikutip Selasa (2/1/2023).

Dengan demikian, berikut simulasi kalkulasi pemotongan pajak 5% terhadap masyarakat dengan penghasilan Rp 5 juta per bulan yakni:

Pajak Penghasilan per tahun = Penghasilan Kena Pajak (PKP) - PTKP x 5%.

Adapun besaran PTKP sebesar Rp 54 juta per tahun. Sehingga perhitungannya menjadi:

Rp 60 juta - Rp 54 juta = Rp 6 juta.

Rp 6 juta x 5% = Rp 300.000.

Maka, pekerja dengan penghasilan Rp 5 juta per bulan, bakal dikenakan pajak sebesar Rp 300.000 setiap tahunnya.


Berikut ketentuan tarif PPh Pasal 21 terbaru:

- Penghasilan kena pajak sampai dengan Rp 60 juta dikenakan tarif PPh sebesar 5%

- Penghasilan kena pajak lebih dari Rp 60 juta hingga Rp 250 juta dikenakan pajak 15%

- Penghasilan lebih dari Rp 250 juta sampai dengan Rp 500 juta tarif PPh nan dikenakan 25%

- Penghasilan kena pajak di atas Rp 500 juta sampai dengan Rp5 miliar sebesar 30%

- Penghasilan di atas Rp 5 miliar dikenakan PPh sebesar 35%


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Sri Mulyani Senyum, Setoran Pajak Tinggi Lagi


(cap)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas