Simak! 5 Ramalan Ahli Soal Nasib Ekonomi Indonesia 2023 | Drafmedia.com

Simak! 5 Ramalan Ahli Soal Nasib Ekonomi Indonesia 2023 | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Suasana ribuan orang memandang pesta kembang api meriahkan pergantian tahun baru 2023 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (1/1/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Suasana ribuan orang memandang pesta kembang api meriahkan pergantian tahun baru 2023 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (1/1/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua hari menjelang pergantian tahun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mencabut kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Indonesia.

Lantas gimana prospek ekonomi Indonesia pada 2023, pasca Jokowi mencabut kebijakan PPKM?

Sejumlah ahli ekonomi mengungkapkan, dicabutnya kebijakan PPKM pada 30 Desember 2022, memberikan sentimen positif untuk perekonomian Indonesia di tengah adanya ancaman resesi ekonomi dunia nan semakin nyata.

Indonesia diproyeksikan cukup bisa memperkuat dengan esensial ekonomi makro nan tetap kuat di tahun depan.

Adanya kebijakan PPKM dapat memberikan pecutan terhadap ekonomi di tanah air, agar dapat memberikan kepercayaan bagi masyarakat dan bumi upaya untuk mengarungi tahun nan baru.

Investor juga menunggu kepastian payung norma atas revisi dari Undang-Undang Cipta Kerja lewat Perpu Nomor 2 Tahun 2022.

Indonesia setidaknya dapat melangkah di tahun baru dengan esensial nan kuat. Di mana hingga akhir kuartal III-2022, ekonomi Indonesia tetap kuat, tumbuh 5,72% (year on year/yoy).

Ekonomi Indonesia apalagi diproyeksikan tetap bisa melaju pada kisaran 4,5% hingga 5,3% pada sepanjang 2022.

Kendati demikian, para pemangku kebijakan diharapkan tidak lengah dan terlena atas pencapaian nan sudah sukses di tahun 2022.

Resesi ekonomi di sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Inggris nan diperkirakan bakal terjadi pada 2023, juga diramal bakal memberikan akibat terhadap perekonomian di tanah air.

Sejumlah ahli ekonomi memperkirakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia bakal melambat dari tahun 2022.Pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada 2023 diperkirakan mencapai 4,5% hingga 5,3%.

Berikut sejumlah pandangan 5 ahli ekonomi soal proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023:

1. BCA

Kepala Ekonom BCA David Sumual mengungkapkan pencabutan PPKM memberikan sentimen positif dan bakal berakibat baik bagi konsumsi domestik dan beberapa sektor seperti akomodasi, transportasi, perhotelan, makanan, dan minuman.

"Mobilitas dan kepercayaan konsumen bakal semakin meningkat pasca pencabutan PPKM tersebut," jelas David kepada CNBC Indonesia, dikutip Minggu (1/1/2022).

Oleh lantaran itu, jagoan pertumbuhan ekonomi nan berasal dari sekor konsumsi, nan juga sekarang sudah semakin pulih bakal bisa mengerek ekonomi di Indonesia dengan rentang 4,5% hingga 5% pada 2023, secara tahunan (year on year/yoy).

Proyeksi ekonomi Indonesia pada rentang bawah 4,5% tersebut kata David dengan memandang sasaran defisit APBN di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Jadi daya sorong dari sisi fiskal bakal menurun, dan itu sebenarnya sumbangannya besar sekitar 7% sampai 8% kepada PDB, jadi pasti ada pengaruh ke pertumbuhan," ujarnya.

Dari sisi ekspor, nilai komoditas pada tahun ini juga tidak bakal setinggi seperti 2022. Sehingga daya sorong untuk beberapa sektor mungkin bakal melambat.

"Karena pengaruh resesi dunia di beberapa negara, jadi permintaan dunia melambat, nan terkait manufaktur bakal sedikit melambat," jelas David.

2. Bank Danamon

Ekonom Bank Danamon Irman Faiz mengungkapkan, pihaknya optimistis ekonomi Indonesia dapat tumbuh hingga 5,3% (yoy) pada 2023.

Optimisme tersebut tak lepas dari adanya pencabutan PPKM, di mana konsumsi rumah tangga bakal meningkat signifikan di tengah tabungan nan tinggi.

"Pencabutan PPKM ini bakal menguatkan kepercayaan konsumen dan meningkatkan mobilitas masyarakat. Ini menguatkan narasi bahwa kepercayaan konsumen bakal lebih tinggi, sehingga memicu spending alias pengeluaran," jelas Faiz kepada CNBC Indonesia.

Selain adanya pencabutan PPKM, ekonomi Indonesia nan diperkirakan tetap bakal tumbuh positif di tahun depan, juga disumbang dari nilai komoditas nan tetap tinggi.

"Harga komoditas juga tetap bakal lebih tinggi dari level pra pandemi," kata Faiz melanjutkan.

Proyeksi Ekonomi RI 2023 oleh LPEM FEB UI, Indef & Celios

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas