Sepi 'Bak Kuburan', Begini Nasib Mal Legendaris DKI di 2023 | Drafmedia.com

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Pertokoan Ratu Plaza nan identik dengan elektronik dan gadget ini mulai ditinggal pembeli dan penjualnya. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Pertokoan Ratu Plaza nan identik dengan elektronik dan gadget ini mulai ditinggal pembeli dan penjualnya. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Umumnya mal alias pusat perbelanjaan ramai saat momen Natal dan tahun baru (Nataru), berbeda dengan nasib Ratu Plaza di Jakarta. Berlokasi di pusat kota Jakarta, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat rupanya tak membikin mal legendaris di Jakarta ini ramai oleh pengunjung.

Padahal, letak dari Ratu Plaza sendiri sangat strategis dan mudah diakses, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Lokasinya sangat dekat dengan halte Transjakarta dan stasiun MRT Senayan.

Berdasarkan hasil pantauan CNBC Indonesia di lokasi, mal terlihat sangat sunyi dari pengunjung; eskalator banyak nan tidak berfungsi; pendingin ruangan juga banyak nan dimatikan; banyak gerai nan tutup; hanya tersisa beberapa gerai dengan merek ternama saja seperti iBox, DJi, hp, Samsung, Asus, Lenovo, IT Galeri nan tetap buka, dan apalagi tim CNBC Indonesia menemukan tetesan air hujan di dalam gedung tersebut.

Setiap harinya, ungkap salah satu petugas kebersihan nan enggan disebutkan namanya, pusat perbelanjaan ini hanya dikunjungi oleh setidaknya 100 pengunjung saja. Mayoritas pengunjung tersebut datang bukan untuk berbelanja, melainkan untuk makan di salah satu restoran sigap saji nan berada di Ratu Plaza.

"Ya setiap hari sepi, Sabtu (dan) Minggu alias tanggal merah juga sepi. Paling ada nan datang untuk makan, jika nan shopping jarang," ujar salah satu petugas kebersihan kepada CNBC Indonesia, Senin (2/1/2023).

Tak hanya itu, jika pusat perbelanjaan lain berlomba-lomba untuk mengadakan event Natal dan tahun baru, tidak untuk Ratu Plaza. Mal ini diketahui tidak ikut memeriahkan momen besar tersebut.

"Kemarin Natal nggak ada event perayaan, tahun baru bisa dilihat tidak ada juga. Mungkin orang-orang lebih milih menghabiskan waktunya di Senayan City alias Mal lainnya," tutur Reza, salah seorang pelayan warung kopi satu-satunya di Ratu Plaza.

Reza menuturkan, tingkat keramaian pusat perbelanjaan ini justru lebih baik pada hari biasa, bukan di akhir pekan, Sabtu dan Minggu.

"Karena nan datang kan orang-orang nan kerja kantoran, untuk pergi makan," ujarnya.

Adapun kios-kios nan buka di mal ini, ialah tiga restoran sigap saji, satu kafe, beberapa toko gadget, perangkat elektronik, service center, toko aksesoris elektronik, dan satu bank Capital.

Sementara lantai nan dioperasikan hanyalah lantai dasar, lantai 1 dan lantai 3.

"Cuman ada tiga restoran saja, sisanya toko handphone, kamera, tempat servis. Lantai nan beraksi hanya lantai dasar, lantai 1 dan lantai 3," ungkap petugas keamanan.

Lebih lanjut, Ratu Plaza ini mulai sunyi pengunjung sejak pandemi Covid-19 pada tahun 2020 nan lalu. Sejak itu, banyak pemilik gerai nan memutuskan untuk menjual alias apalagi menyewakan kembali gerai miliknya. Namun, rupanya gerai nan disewakan tersebut tidak laku, karena nilai nan ditawarkan terlalu tinggi.

"Ini pas pandemi sepinya. Sebenernya ada nan katanya mau disewain lagi, tapi dengar-dengar harganya kemahalan, nggak cocok gitu. Jadi ya gini, sunyi terus kayak sekarang ini," tutur Firman, salah seorang staf nan bekerja di salah satu kios.

Sampai dengan saat ini, baik Firman maupun Akbar mengatakan, dari pihak manajemen Mal tetap belum ada omongan terkait gimana ke depannya nasib mal ini, nan sangat sunyi oleh pengunjung.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Sepi Bak Kuburan, Mal Hits Jakarta Ini Sekarang Dagang Tisu


(hoi/hoi)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas