Salah Satu Keputusan Berat Jokowi di 2022, Naikkan Harga BBM

Salah Satu Keputusan Berat Jokowi di 2022, Naikkan Harga BBM

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Sejumlah penduduk mengantre untuk melakukan pengisian BBM di SPBU Pertamina di Kawasan Ciputat , Tangeran Selatan, Senin (17/10/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Sejumlah penduduk mengantre untuk melakukan pengisian BBM di SPBU Pertamina di Kawasan Ciputat , Tangeran Selatan, Senin (17/10/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) nan meningkatkan nilai Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya nilai jenis BBM unik penugasan (JBKP) ialah RON 90 alias Pertalite menjadi salah satu peristiwa besar pada tahun 2022.

Jokowi memutuskan untuk meningkatkan nilai BBM Pertalite tepat pada 3 September 2022. Harga BBM Pertalite nan tadinya hanya Rp7.650 per liter naik menjadi Rp10.000 per liter sampai pada hari ini.

Tak hanya BBM Pertalite, di waktu nan sama nilai Solar Subsidi juga mengalami kenaikan menjadi Rp6.800 per liter dari nan sebelumnya Rp5.150 per liter

"Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, ialah mengalihkan subsidi BBM. Sehingga nilai beberapa jenis BBM nan selama ini subsidi bakal alami penyesuaian," kata Jokowi dalam Konferensi Pers Presiden Jokowi dan Menteri Terkait perihal Pengalihan Subsidi BBM ditayangkan akun Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (3/9/2022).

Dalam periode pertengahan tahun 2022 itu, Presiden Jokowi tampak terlihat menyerah pada gejolak situasi dunia nan berakibat signifikan pada Indonesia khususnya terkait melejitnya nilai minyak mentah dunia.

Sebelum pandemi tiba, nilai minyak mentah bumi hanya dikisaran US$ 60-an per barel. Namun, nilai itu melejit total hingga mencapai US$ 110-an per barel pada pertengahan tahun 2022 ini, imbas dari memanasnya geopolitik alias perang Rusia dan Ukraina.

Begitu nilai minyak mentah bumi melejit, Indonesia sebagai net importir minyak tentu bakal berakibat signifikan. Ambil contoh: saat ini produksi minyak mentah bumi RI hanya dikisaran 660 ribu barel per hari, sementara untuk konsumsi BBM di dalam negeri tembus hingga 1,430 juta bph.

Kekurangan minyak itulah nan ditanggung oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Belum lagi, nilai BBM seperti Pertalite nan tetap jauh di bawah keekonomian dan disubsidi pula oleh pemerintah.

Presiden Jokowi mencatat, akibat melejitnya nilai minyak mentah bumi dan subsidi BBM, anggaran subsidi pemerintah sudah meningkat 3 kali lipat dari Rp 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun dan itu bakal meningkat terus.

Jokowi memandang bahwa lebih dari 70% subsidi BBM justru dinikmati oleh golongan masyarakat nan mampu, ialah pemilik mobil pribadi. "Mestinya duit pemerintah itu diberikan untuk subsidi bagi masyarakat kurang mampu. Subsidi kudu menguntungkan masyarakat kurang mampu," kata Jokowi.

Ketika nilai BBM Pertalite dan Solar Subsidi naik, Presiden Jokowi menggelontorkan support sosial berupa BLT BBM sebanyak Rp 600 ribu untuk 4 bulan. Berdasarkan hasil rapat terbatas di Istana Kepresidenan awal pekan ini, total biaya nan disepakati pemerintah untuk menambah biaya bansos mencapai Rp 24,17 triliun, di mana sebagian alokasi sebesar Rp 12,4 triliun bakal diberikan untuk BLT.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Masih Kuat Tahan Harga Pertalite? Jokowi Hitung Ulang APBN


(fys/ayh)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas