Saham IPO Properti VAST Dijual Premium, Masih Minat? | Drafmedia.com

Saham IPO Properti VAST Dijual Premium, Masih Minat? | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). IHSG ditutup menguat 0,33 persen alias 23,53 poin ke 7.054,12 pada akhir perdagangan, sebanyak 249 saham menguat, 255 saham melemah, dan 199 saham stagnan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). IHSG ditutup menguat 0,33 persen alias 23,53 poin ke 7.054,12 pada akhir perdagangan, sebanyak 249 saham menguat, 255 saham melemah, dan 199 saham stagnan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sektor real estate dan property bakal kehadiran satu emiten baru. PT Vastland Indonesia Tbk (VAST) bakal melantai di Bursa Efek Indonesia pada 07 Februari 2023. Secara fundamental, nilai saham nan ditawarkan terbilang mahal, baik dari sisi rasio nilai terhadap untung (Price Earning Ratio/PER) dan rasio terhadap nilai kitab (Price Book Value/PBV).

Calon emiten ini menawarkan nilai pada rentang Rp100 sampai 109 per lembar saham. Dalam kalkulasi PER VAST, misal harga listing kelak ada di nilai 100 dengan EPS 5,96, berfaedah PER nya sebesar 16. Ini terbilang cukup mahal, lantaran rata-rata PER sektor real estate terbilang murah sekitar 10. Meskipun VAST termasuk perusahaan nan tetap bisa bertumbuh, sehingga PER bukanlah satu-satunya argumen untuk menilai kelaziman harga.

Demikian juga dari sisi Book Value, VAST nan berada di BV 60 (harga wajar secara nilai buku) sedangkan nilai IPO nan ditawarkan berada di nilai Rp 100-109, sehingga dapat diartikan berfaedah saham ini ditawarkan pada nilai premium. Hal nan sama juga tampak dari segi PBV, misalnya dengan nilai listing Rp100, berfaedah PBV nya 1,7 kali. Angka ini termasuk nilai nan cukup mahal lantaran rata-rata PBV sektor real estate property tetap di bawah 1.

Secara fundamental, EPS VAST bertumbuh dilihat dari laporan finansial 2019 hingga kuartal III-2022, apalagi periode tahun 2021 itu cukup tinggi EPS nya di 57,04. Lalu dari GPM (Gross Profit Margin) sebesar 75%, itu nomor nan cukup besar, nan berfaedah selisih alias gap antara pendapatan dan hpp cukup jauh, efisien dalam menghasilkan keuntungan.

Dari segi hutang terhadap modal, DER (Debt to Equity Ratio), di bawah 1, VAST tetap 0,41 berfaedah keahlian modal untuk membayar hutangnya tetap bagus. Selain itu, VAST juga memberi statement bahwa bakal membagikan dividen tunai sebesar 30% dari untung tahun 2022.

Dari segi arus kas (cash flow) juga terus bertambah, salah satunya didukung sama arus kas operasional dari penerimaan pelanggan, nan berfaedah ada peningkatan pendapatan dari costumer.

Sebagai referensi nan lain, pembanding dari pesaing untuk VAST adalah PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) nan mempunyai upaya nan sama. Jika kita kita bandingkan secara esensial antara VAST dengan MMLP cukup berbeda, misal kita bandingkan dari PER nya cukup jauh, MMLP di PER 34 sedangkan VAST PER 16, namun jika dilihat secara PBV memang tetap lebih murah MMLP di range 0,80 tetap di bawah 1. Dan MMLP mempunyai client Yamaha Indonesia Motor.

Untuk pembanding lainnya, secara aset memang MMLP lebih unggul dengan aset Rp 7 triliun dimana jauh berbeda dengan VAST nan hanya mempunyai aset Rp 276 miliar. Namun, MMLP juga mengalami penurunan keahlian pada kuartal II-2022 berasas laporan finansial di BEI, berbeda dengan VAST nan kinerjanya terus bertumbuh selama periode 2022.

VAST bakal menyebar sahamnya ke masyarakat sebesar 7 juta lot alias setara dengan 700 juta lembar dengan nilai penawaran di range 100-109. Estimasi biaya segar nan bakal diterima VAST adalah sekitar 70 miliar. Dari biaya segar tersebut, VAST berencana bakal menggunakannya untuk membeli aset berupa tanah dan gedung sekitar 33 milyar, melunasi hutang ke pihak berelasi sekitar 16 milyar, dan sisanya 30% untuk modal kerja.

VAST juga menerbitkan waran 140jt lembar, nan berfaedah setiap pembelian 5 saham VAST cuma-cuma 1 waran seri 1. Nah warannya ini dapat di exchange menjadi 1 saham dalam rasio 1:1. Hasil waran juga bakal digunakan untuk modal kerja.

Gambaran Bisnis VAST

VAST mempunyai upaya sewa pergudangan dalam corak Built-To-Suit (gudang dirancang kebutuhan client) Dan General Warehouses. Penyewaannya ini seperti penyimpanan untuk kebutuhan Fast Moving Consumer Goods (FMCG), perdagangan komoditas, penyedia 3PL (Third Party Logistics, ialah penyedia jasa logistik pihak ketiga).

Yang menarik dari VAST, dia mempunyai beberapa client besar seperti PT Tiga Raksa Satria Tbk (TGKA), PT Coca-Cola Distribution Indonesia, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Indomarco Adi Prima (distributor produk-produk Indofood), PT Tirta Investama (produk aqua).

Melihat para client VAST adalah perusahaan di bagian consumer, maka ini menjadi daya tarik sendiri. Diketahui informasi dari BPS (Bada Pusat Statistik) melaporkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,72% pada kuartal III-2022 dibanding kuartal III-2021 (year-on-year/yoy). Pertumbuhan PDB dalam tiga bulan ketiga tahun ini dipicu oleh terjaganya daya beli golongan masyarakat bawah lantaran adanya support sosial dan subsidi energi. Demikian pula kegiatan golongan masyarakat kelas menengah-atas khususnya untuk kebutuhan tersier.

Jika dirinci lagi, PDB komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga tumbuh 5,39% (yoy) pada kuartal III-2022 serta memberi kontribusi terbesar, ialah 50,3% terhadap pertumbuhan PDB nasional.

Komponen pengeluaran konsumsi lembaga non-profit rumah tangga (LNPRT) tumbuh 6,09% (yoy). Pengeluaran LNPRT ini berkontribusi sebesar 1,15% terhadap PDB. Komponen pengeluaran konsumsi pemerintah pada kuartal III-2022 mengalami kontraksi 2,88% (yoy) dengan kontribusi 7,57%, komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 4,96% (yoy) dengan kontribusi 28,55%, lampau komponen ekspor peralatan dan jasa tumbuh 21,64% (yoy) dengan kontribusi 26,23%. Kemudian komponen dikurangi impor peralatan dan jasa tumbuh 22,98% (yoy) pada kuartal III-2022, dengan kontribusi sebesar 21,65% terhadap PDB nasional.

Dari informasi di atas berfaedah tingkat konsumsi masyarakat Indonesia terus bertumbuh, perihal itu menjadi salah satu pendorong sektor consumer meningkatkan penjualannya, nan berkapak ketika perusahaan consumer di atas mengalami peningkatan permintaan, maka mereka bakal butuh lapak untuk produk mereka jauh lebih besar, perihal itu bakal mendorong keahlian VAST nan bakal menambahkan pendapatan mereka dari sewa pergudangan.

TIM RISET CNBC INDONESIA 

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bermaksud membujuk pembaca untuk membeli, menahan, alias menjual produk alias sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun untung nan timbul dari keputusan tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Saham Pipa Migas Baru Melantai, Layak Beli?


(saw/pap)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas