Rusia-Ukraina Tukar 'Kado Tahun Baru', Ini Wujudnya! | Drafmedia.com

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia tetap terus menggempur Ukraina dengan serangan pesawat tak berawak pada awal Hari Tahun Baru, Minggu (1/1/2023). Tercatat, serangan terjadi di beberapa kota, termasuk Ibu Kota Kyiv.

Komando Angkatan Udara Ukraina mengatakan bahwa mereka telah menghancurkan 45 drone Shahed buatan Iran dalam seremoni tahun baru. Secara rinci, 32 diantaranya dihalau pada Minggu dan 13 lainnya pada Sabtu malam.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan pecahan dari rudal nan hancur pada Minggu menyebabkan kerusakan minimal di pusat ibu kota. Laporan awal menunjukkan tidak ada nan terluka alias korban.

Kepala Polisi Kyiv, Andrii Nebytov, mengunggah foto bagian dari drone nan dihancurkan dalam akun Telegram-nya dengan tanda tulisan tangan di atasnya dalam bahasa Rusia bertuliskan 'Selamat Tahun Baru'.

"Reruntuhan ini tidak berada di depan, tempat pertempuran sengit terjadi, mereka ada di sini, di lapangan olahraga, tempat anak-anak bermain," kata Nebytov, dikutip Reuters.

Meski begitu, untuk serangan hari Sabtu, tercatat ada korban tewas sedikitnya satu orang di Kyiv dan belasan lainnya luka-luka. Rentetan serangan ini mengikuti banyak pengeboman selama beberapa bulan terakhir, nan terutama diarahkan Rusia pada prasarana daya dan air Ukraina.

"Serangan terbaru telah merusak prasarana di Sumy, di Timur Laut, Khmelnytskyi di Barat, dan Zaporizhzhia dan Kherson di Tenggara dan Selatan," kata Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina.

Sementara itu, serangan juga dilaporkan terjadi dari arah Ukraina ke Rusia. Gubernur daerah Belgorod Rusia, Vyacheslav Gladkov, mengatakan bahwa pengeboman semalam di pinggiran kota Shebekino telah merusak rumah. Alam tetapi, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Media Rusia juga melaporkan beberapa serangan Ukraina di daerah Donetsk dan Luhansk nan dikuasai Moskow. Pejabat setempat mengatakan bahwa setidaknya sembilan orang terluka.

Kantor buletin negara RIA Rusia melaporkan, mengutip seorang master setempat, bahwa enam orang tewas ketika sebuah rumah sakit di Donetsk diserang pada Sabtu.

Tidak ada tanggapan segera dari Kyiv, nan nyaris tidak pernah secara terbuka menyatakan bertanggung jawab atas serangan apa pun di dalam Rusia alias di daerah nan dikuasai Rusia di Ukraina.

Rusia sendiri memulai serangan militernya ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan langkah ini bermaksud untuk denazifikasi dan demiliterisasi Ukraina, nan menurutnya merupakan ancaman bagi Rusia.

Di sisi lain, Kyiv dan sekutu Baratnya mengatakan bahwa serangan nan dilakukan Moskow hanyalah bermotif perampasan tanah oleh imperialis.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Bye Putin! Tanda Rusia KO di Ukraina Makin Jelas, Ni Buktinya


(luc/luc)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas