Prediksi Ekonomi Global Tidak Baik, IHSG Dibuka Merah Tipis | Drafmedia.com

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka langsung ambles pada awal perdagangan kedua tahun ini Selasa (3/1/2023).

IHSG terpantau drop 0,15% di 6.840,64 pada pembukaan perdagangan pagi ini. Selang 5 menit IHSG masih merah tipis0,02% di 6.849,23. Pelemahan IHSG menyusul anjloknya indeks di bursa benua kuning

Ancaman resesi 2023 tetap menjadi pemberat pada perdagangan pasar ekuitas pada awal tahun ini. Ramalan IMF mengenai kondisi ekonomi dunia nan melambat membikin biaya beranjak ke aset nan lebih aman.

Sementara hari ini adalah agenda rilis informasi kegiatan manufaktur oleh S&P Global dua negara ekonomi terbesar di bumi ialah Amerika Serikat (AS) dan China. Investor perlu memperhatikan PMI Manufaktur China dan Amerika Serikat (AS) nan merupakan mitra jual beli utama Indonesia.

Menurut konsensus Tradingeconomics, kegiatan manufaktur China pada Desember diperkirakan bakal melambat menjadi 48,8 dari sebelumnya 49,4. Sementara PMI Manufaktur AS juga diperkirakan melambat menjadi 46 dari sebelumnya di level 47.

Investor bumi juga berada di dalam sikapwait and see menunggu pembacaan notulensi rapat bank sentral AS, Federal Reserve/The Fed nan dilakukan pada Desember lalu.

Investor bakal menanti komentar pejabat The Fed mengenai langkah bank sentral tersebut pada 2023.

Seperti diketahui, The Fed telah mengakhiri eraeasy moneypada 2022 seiring dengan inflasi nan memanas. Atas langkah tersebut serta diikuti banyak bank sentral di nevara lain pula bumi berada di bawahancaman resesi global.

Maka dari itu, "bocoran" pada pembacaan notulensi bakal menyedot animo investor. Selain itu mengingat laju inflasi bumi mulai melandai. Pembacaan notulensi tersebut pada Kamis (5/1/2023).

Dari dalam negeri, pergerakan IHSG tetap bakal dipengaruhi oleh hasil rilis inflasi Indonesia kemarin.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi sepanjang 2022 sebesar 5,51% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Catatan tersebut lebih tinggi dari hasil polling CNBC Indonesia nan memperkirakan 5,39% (yoy).

Selain itu, Inflasi tersebut mengalami kenaikan dari November nan tercatat 5,42%.Secara tahunan, inflasi bakal melandai seiring dengan memudarnya akibat kenaikan nilai BBM subsidi.

"Terjadi inflasi sebesar 5,51%. Inflasi tahun ke tahun ini merupakan inflasi tahun almanak 2022," papar Kepala BPS Margo Yuwono, Senin (2/1/2023).

Inflasi tahunan ini, kata Margo, dipicu oleh tarif transportasi 15,26% dengan andil 1,84%. Kedua, inflasi terjadi pada makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,83% dan andilnya 1,51%.

Inflasi inti tercatat menembus level 3,36%.

"Peningkatan inflasi komponen inti mendorong inflasi tahunan Desember 2022 lebih tinggi dari sebelumnya," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono dalam konvensi pers, Senin (2/1/22023)

Inflasi inti tersebut lebih rendah daripada hasil polling sebesar 3,39%.

Secara keseluruhan inflasi di dalam negeri terbilang terkendali, mengingat pemerintah sebelumnya meningkatkan bahan bakar minyak (BBM) Pertalite nan dikhawatirkan bakal memicu inflasi tinggi.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

IHSG Jatuh Lagi ke Bawah 7.000


(trp/trp)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas