PPKM Dicabut, Kunjungan Orang-Orang ke Mal Pecah Rekor | Drafmedia.com

PPKM Dicabut, Kunjungan Orang-Orang ke Mal Pecah Rekor | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Pengunjung berbelanja di salah satu mal di Bekasi, Jawa barat, Jumat (22/4/2022). Pusat perbelanjaan alias mal mulai ramai dikunjungi masayarakat menjelang hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah, kasus Covid-19 di Indonesian terus menurun membikin minat masyarakat untuk berbelanja di mal kembali bergeliat. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Pengunjung berbelanja di salah satu mal di Bekasi, Jawa barat, Jumat (22/4/2022). Pusat perbelanjaan alias mal mulai ramai dikunjungi masayarakat menjelang hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah, kasus Covid-19 di Indonesian terus menurun membikin minat masyarakat untuk berbelanja di mal kembali bergeliat. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pusat Perbelanjaan/mal menyambut baik keputusan pemerintah perihal penghentian Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dan diharapkan dapat mendorong serta mempercepat pemulihan kondisi upaya dalam sektor industri ritel modern.

Ketua Umum Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan bahwa dengan adanya penghentian PPKM juga diharapkan dapat mendorong pemulihan kondisi upaya terutama setelah pemerintah memperkirakan kondisi nan tidak mudah dan penuh tantangan pada tahun 2023 nan bakal datang.

"Pusat Perbelanjaan menyambut baik keputusan pemerintah perihal penghentian PPKM. Dukungan terhadap keputusan atas penghentian PPKM juga didasarkan kepada realita bahwa masyarakat sudah sangat terbiasa dengan kebiasaan hidup sehat sehari-hari, ialah seperti penggunaan masker, cuci tangan dan lain sebagainya sehingga kebiasaan tersebut bakal tetap bersambung meski tanpa adanya pemberlakuan PPKM," kata Alphonzus kepada CNBC Indonesia, Senin (2/1/2023).

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) resmi mencabut patokan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada hari Jumat (30/12/2022) nan lalu.

Sejalan dengan dicabutnya patokan PPKM, tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan pada tahun 2023, lanjut dia, ini ditargetkan bakal mencapai lebih dari sebelum pandemi ataupun paling tidak, bisa mencapai 100% dibandingkan sebelum pandemi.

Sementara untuk tingkat okupansinya, tingkat okupansi pada tahun 2022 diperkirakan mencapai rata-rata 80%, dan untuk tahun 2023 ditargetkan dapat kembali normal mencapai rata-rata 90%, ialah sama seperti pada saat sebelum pandemi.

Lebih lanjut, Alphonzus mengatakan, berkah adanya momen besar Natal dan tahun baru (Nataru) kemarin, telah memberikan peningkatan dari tingkat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan selama tahun 2022. Berdasarkan informasi nan dihimpunnya, tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan selama tahun 2022 ditutup dengan rata-rata 90%.

"Meskipun akhir tahun 2022 di beberapa daerah diwarnai dengan kondisi cuaca hujan, namun akibat terhadap tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan tidak terlalu signifikan sehingga tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan selama tahun 2022 ditutup dengan rata - rata 90%," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Kasus Covid Naik Lagi, Ini Aturan PPKM nan Berlaku Sekarang!


(hoi/hoi)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas