PPKM Dicabut, Aplikasi PeduliLindungi Boleh Dihapus? | Drafmedia.com

PPKM Dicabut, Aplikasi PeduliLindungi Boleh Dihapus? | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Sejumlah penumpang kereta KRL melakukan scan PeduliLindungi di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (12/7/2022). Pemerintah telah menerbitkan patokan perjalanan terbaru merespons kenaikan kasus COVID-19. Aturan-aturan perjalanan terbaru bakal mulai bertindak mulai 17 Juli 2022 mendatang. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Sejumlah penumpang kereta KRL melakukan scan PeduliLindungi di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (12/7/2022). Pemerintah telah menerbitkan patokan perjalanan terbaru merespons kenaikan kasus COVID-19. Aturan-aturan perjalanan terbaru bakal mulai bertindak mulai 17 Juli 2022 mendatang. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah akhirnya menghentikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai Jumat (30/12/2022). Lalu gimana dengan aplikasi PeduliLindungi, bolehkah kita hapus?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan aplikasi itu bakal terus digunakan. Menkes mengatakan bahwa mereka sudah menyiapkan payung strategi untuk integrasi satu informasi pemerintah.

"Di mana informasi ini bakal masuk menjadi satu data, informasi kesehatan, informasi keuangan, informasi sosial, informasi sumber daya alam. Kami adalah subsektornya, kami bikin sistem Satu Sehat," katanya beberapa waktu nan lalu.

Sehingga semua akomodasi seperti puskesmas, klinik, apotek, hingga laboratorium kudu mengintegrasikan datanya di program Satu Sehat. Termasuk Peduli Lindungi nan bakal digunakan sistemnya pada program itu.

"Nanti PeduliLindungi bakal kita transformasikan ke platform Satu Sehat, di mana teman-teman nan sudah punya bisa download dan pakai. Cuma fungsinya tidak hanya untuk vaksin dan scanning saja, tapi bisa tahu imunisasi anak kita apa saja, misalnya cek darah di laboratorium contohnya Prodia bisa masuk datanya ke situ," kata Budi Gunadi.

Bahkan ketika general check up datanya bisa masuk dalam program itu, termasuk informasi rekam seperti CT Scan, MRI, resep obat hingga kegiatan masyarakat.

"Kalau kita pakai Apple Watch alias Samsung Watch masuk sehingga terintegrasi dan menjadi milik individu," katanya.

Nantinya sistem Satu Sehat ini bisa dimiliki masyarakat dan bisa ditunjukkan ke dokter. Tujuannya agar jelas rekap kesehatan per perseorangan beberapa tahun terakhir.

"Check up ada (sakit) ususnya lantaran suka sakit perut, suka beli obat sakit perut, jadi dokternya bakal jauh lebih sigap tahu. Ini juga kelak bisa digunakan pemda oleh dinas kesehatan untuk memahami population health juga, sehingga intervensi lebih pas," tuturnya.

Nantinya sistem satu sehat ditargetkan rampung dan sudah terintegrasi pada akhir 2023, sehingga pada 2024 bisa dimanfaatkan.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Kemenkes: PeduliLindungi Error Boleh Naik KRL, Masuk Bandara


(tib)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas