'PNS Harus Bersyukur, Ada Ancaman Resesi Tapi Honornya Tetap' | Drafmedia.com

'PNS Harus Bersyukur, Ada Ancaman Resesi Tapi Honornya Tetap' | Drafmedia.com

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak negara saat ini sedang dihadapkan dengan ancaman resesi. Ancaman penurunan ekonomi secara drastis tersebut dinilai dapat mengganggu perekonomian, apalagi berisiko menghilangkan pendapatan.

Namun, di situasi susah saat ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas mengatakan, ada satu golongan nan pendapatannya tetap stabil, ialah para Aparatur Sipil Negara (ASN) nan meliputi pegawai negeri sipil (PNS).

"Lebih dari 40 negara sudah di depan pintu IMF menjadi pasien IMF. Di krisis 1998 itu tidak lebih dari 10 negara. Artinya apa? ekonomi sangat berat. Nah di tengah bumi nan sangat berat ini bumi upaya kudu melakukan kajian gimana kebijakan upaya mereka bakal terus bertahan, dan belum ada nan pasti upaya mereka bakal memperkuat di 2023," jelasnya dalam kegiatan penutupan ASN Culture Fest 2023, Rabu (25/1/2023).

"Yang pasti adalah ASN honornya tetap. Iya honornya tetap, apakah negara ini sedang bangkrut, bumi ekonomi sedang melambat, kita ini fix income," lanjutnya.

Untuk itu, Azwar Anas mengingatkan kepada para ASN agar selalu berterima kasih atas agunan stabilitas ekonomi nan mereka dapatkan. Dan lebih lanjut, menurutnya, agunan ekonomi ini semestinya bisa meningkatkan keahlian ASN itu sendiri dalam melayani masyarakat. Salah satunya dengan mendorong ekonomi agar tetap kuat sehingga kestabilan ekonomi juga dirasakan oleh golongan pekerja lainnya.

Selain bersyukur, dia juga mengingatkan para ASN agar selalu menjaga kesehatan, terutama kesehatan pikiran. Mengingat kesehatan menjadi salah satu aspek krusial dalam menentukan keahlian seseorang saat bekerja.

Efek reformasi birokrasi
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sedang gencar melakukan reformasi birokrasi pada sistem penyelenggaraan pemerintahan. Azwar Anas mengatakan untuk mengurai dan menjawab persoalan tata kelola pemerintahan nan dirasakan secara langsung oleh masyarakat, Kementerian PAN & RB membikin program RB tematik nan menyasar isu-isu strategis, ialah pengentasan kemiskinan, peningkatan investasi, percepatan prioritas aktual presiden, dan digitalisasi manajemen pemerintahan.

"Oleh lantaran itu, dalam RB tematik kita ke depan nan dinilai bukan soal sejauh mana mereka menghimpun organisasi laporannya [...] Gimana ceritanya, nggak boleh ada konsultan nan mengumpulkan RB-nya agar RB-nya naik. Karena ke depan bukan golongan manajemen dan laporan, tapi nan kita minta sesuai pengarahan presiden adalah RB naik jika dampaknya ikut," jelasnya.

Lebih lanjut, mantan bupati Banyuwangi itu menjelaskan setidaknya ada tiga akibat keberhasilan nan dapat menjadi parameter untuk memandang kenaikan tingkat reformasi birokrasi. Pertama ialah menurunnya tingkat kemiskinan.

"Kemiskinannya kudu berkurang, ini hebat. Kalau administrasinya dahsyat tapi kemiskinannya tetap, berfaedah nggak hebat. Targetnya nggak berdampak," ujarnya.

Selanjutnya adalah bertambahnya investasi sehingga membuka lapangan kerja baru.

"Kemudian investasi kudu bertambah signifikan, lantaran jika investasi nambah, lapangan kerja bakal bertambah," lanjutnya.

Selain itu, akibat RB juga dapat dilihat dari digitalisasi manajemen pemerintahan. Kemudian, akibat RB juga dapat dilihat dari meningkatnya konsumsi produksi dalam negeri.

Bahkan Azwar Anas mengatakan saat ini ada 26 ribu produk impor nan dibekukan untuk meningkatkan penjualan produk dalam negeri.

"Yang berikutnya produk dalam negeri. Saya minta RB-nya naik jika shopping produk dalam negeri keliatan di katalognya naik. Kalau nggak jangan dinaikkan Pak Erlan, jika perlu diturunkan. Ini pengarahan presiden. [....] Waktu kami jadi kepala LKPP, 14 ribu produk impor saya bekukan atas saran bapak presiden. Sekarang lebih dari 16 ribu produk impor dibekukan, tidak bisa diklik di e-catalog. Ini menunjukkan kita mau berkinerja sungguh-sungguh," jelasnya.

Dan terakhir, menurutnya peningkatan RB bisa dilihat dari keahlian pemerintah menangani inflasi dengan baik.

"Yang berikutnya inflasi. Apakah sudah punya tim penanganan inflasi dengan baik. Teknologi manajemen itu hanya instrumen, untungnya nan tadi, rakyat sejahtera," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas