Pesan Tahun Baru dari Putin, Beri Sinyal Masa Depan Perang | Drafmedia.com

Pesan Tahun Baru dari Putin, Beri Sinyal Masa Depan Perang | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Russian President Vladimir Putin poses as he delivers a New Year's address to the nation at the headquarters of the Southern Military District in Rostov-on-Don on December 31, 2022. (Photo by Mikhail KLIMENTYEV / SPUTNIK / AFP) / *Editor's note : this image is distributed by Russian state owned agency Sputnik.* Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin saat menyampaikan pidato tahun baru 2023. (AFP/-)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan pidato panjang pada momen tahun baru 2023. Sinyal perang nan lebih keras di Ukraina dia sampaikan dalam kesempatan tersebut.

Dalam rekaman pesan video nan tegas dan agresif, nan disiarkan di televisi nasional, Putin menyebut perang - nan dia sebut sebagai "operasi militer khusus" - sebagai pertarungan untuk masa depan Rusia.

Tentaranya, katanya, berjuang untuk "Tanah Air kita, kebenaran dan keadilan ... sehingga keamanan Rusia dapat terjamin," sebagaimana dikutip Reuters.

Selama berbulan-bulan, Kremlin menampilkan bentrok tersebut sebagai kampanye terbatas nan tidak bakal memengaruhi kehidupan kebanyakan orang Rusia.

Namun pidato tersebut, nan disampaikan di depan tentara berparas muram berseragam tempur, menempatkan perang di tengah panggung, memberi sinyal bahwa bulan-bulan mendatang bakal memerlukan support dan pengorbanan dari semua orang.

Pesan itu disiarkan ke jutaan rumah lewat TV pemerintah tepat sebelum jam berdentang tengah malam di masing-masing dari 11 area waktu Rusia, saat family menikmati jamuan makan dan berganti hadiah.

Adapun, saat perang telah memasuki bulan ke-11 tanpa akhir nan terlihat, Kremlin terus menempatkan masyarakat untuk terlibat dalam perang dengan memanggil lebih dari 300.000 cadangan. Rusia juga seringkali mengatakan secara terbuka bahwa bentrok mungkin bakal berjalan lama.

Dalam pidato sembilan menit - nan terpanjang dari 22 tahun kekuasaannya - Putin menargetkan mereka nan menentang konflik, menjadikannya 'perang salib' pribadi nan sekarang menentukan masa jabatannya dan hubungan Rusia dengan dunia.

Tahun lalu, katanya, telah "meletakkan banyak perihal pada tempatnya - dengan jelas memisahkan keberanian dan kepahlawanan dari pengkhianatan dan kepengecutan".

Dalam penolakan terhadap seruan Kyiv agar pasukan Rusia mau menyerah dalam negosiasi, Putin mengatakan Rusia "membela rakyat kami dan daerah berhistoris kami".

Dia juga menuduh Barat mendusta kepada Rusia dan memprovokasi Moskow untuk meluncurkan kampanye militernya.

"Barat mendusta tentang perdamaian," kata Putin. "Mereka sedang mempersiapkan agresi ... dan sekarang mereka secara sinis menggunakan Ukraina dan rakyatnya untuk melemahkan dan memecah belah Rusia.

"Kami tidak pernah mengizinkan ini, dan tidak bakal pernah membiarkan siapapun melakukan ini kepada kami."

Adapun, Kyiv dan Barat menolak tuduhan Putin nan sering diulang bahwa NATO berencana menggunakan Ukraina sebagai platform untuk menakut-nakuti Rusia, dan mengatakan dia meluncurkan perang agresi tak berdasar dalam upaya untuk merebut daerah dan memasang rezim nan lebih disukainya.

Meskipun Rusia belum memperoleh untung besar di medan perang dalam enam bulan terakhir, Putin menjanjikan kemenangan akhir.

"Bersama-sama, kita bakal mengatasi semua kesulitan dan menjaga kebesaran dan kemerdekaan negara kita," katanya.

"Kami bakal menang, untuk family kami dan untuk Rusia."


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Eks Bos NATO: Putin Tahu Ia Membuat Kesalahan dengan Ukraina


(luc/luc)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas