Perdana 2023, Rupiah Menguat Tajam ke Bawah Rp 14.500/US$! | Drafmedia.com

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Pekerja pusat penukaran mata duit asing menghitung duit Dollar AS di gerai penukaran mata duit asing Dolarindo di Melawai, Jakarta, Senin (4/7/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Ilustrasi dolar Amerika Serikat (AS). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah menguat tajam melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pertama 2023, Senin (2/12/2022). Kabar baik dari dalam negeri langsung mendongkrak keahlian rupiah hingga ke bawah Rp 15.500/US$.

Melansir informasi Refinitiv, rupiah dibuka melesat 0,55% ke Rp 15.480/US$ di pasar spot. Sebelumnya sepanjang 2022 rupiah mencatat pelemahan sekitar 8%.

S&P Global pagi ini melaporkan purchasing managers' index (PMI) manufaktur Indonesia naik menjadi 50,9 pada Desember 2022, naik dari bulan sebelumnya 50,3.

PMI menggunakan nomor 50 sebagai periode batas. Di bawahnya berfaedah kontraksi, di atasnya adalah ekspansi.

Artinya, di penghujung 2022 sektor manufaktur Indonesia meningkatkan ekspansinya.

S&P Global melaporkan, peningkatan demand membikin output produksi meningkat, begitu juga dengan kegiatan pembelian serta perekrutan tenaga kerja.

"PMI Desember menunjukkan peningkatan kondisi sektor manufaktur Indonesia pada akhir 2022. Laju ekspansi output dan penjualan nan lebih sigap berbareng dengan meredanya tekanan kenaikan nilai menjadi perkembangan nan bagus, meski kenaikan produksi dan demand tetap lemah," kata Jingyi Pan, Economics Associate Director at S&P Global Market Intelligence dalam rilisnya hari ini.

Jingyi juga memandang kenaikan nilai output turun ke level terendah sejak Mei 2021, menunjukkan tekanan nilai ke kosumen sudah melambat dan bakal mendukung kenaikan demand ke depannya.

Selain itu, pelaku pasar menanti rilis informasi inflasi Indonesia.

Inflasi Indonesia diperkirakan kembali melonjak pada Desember 2022. Secara keseluruhan tahun, inflasi 2022 juga bakal menjadi nan tertinggi sejak 2014 alias dalam delapan tahun.

Konsensus pasar nan dihimpun CNBC Indonesia dari 12 lembaga memperkirakan inflasi Desember 2022 bakal menembus 0,54% dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/mtm).

Naik drastis dibandingkan pada November nan tercatat 0,09%.

Hasil polling juga memperkirakan inflasi secara tahunan (yoy) bakal menembus 5,39% pada bulan ini. Inflasi lebih rendah dibandingkan pada November nan tercatat 5,42%.Secara tahunan, inflasi bakal melandai seiring dengan memudarnya akibat kenaikan nilai BBM subsidi.

Sementara itu, inflasi inti diperkirakan merangkak naik menjadi 3,39% pada Desember (yoy) dibandingkan 3,30% pada November.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Ambles! Rupiah Tembus Rp 15.700/USD


(pap/pap)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas