Perdagangan Perdana IHSG di 2023, Ini Bocoran Arahnya! | Drafmedia.com

Perdagangan Perdana IHSG di 2023, Ini Bocoran Arahnya! | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Karyawan melintas di samping layar elektronik nan menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Karyawan melintas di samping layar elektronik nan menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham Indonesia mengakhiri tahun 2022 ditutup di area merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di penghujung tahun ini level turun 0,14% alias 9,4 poin di level 6.850,61.

Sepanjang tahun 2022 hanya tumbuh 4,09%. Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan tahun 2021 nan bisa tumbuh sebesar 10%. Meskipun demikian keahlian IHSG nan tetap menghijau patut diapresiasi mengingat kondisi pasar modal dunia nan sedang kurang kondusif.

Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengungkapkan IHSG tercatat tumbuh dan kapitalisasis lebih dari 15% USD 600 miliar. Iklim investasi terjaga dan kegiatan nilai transaksi perdagangan tumbuh 10%.

"Alhamdulilah kami bisa melalui tahun ini dengan sangat baik, meski seknario kompolek dan penuh tantangan," ujarnya di gedung BEI Jakarta, Jumat (31/12/2022).

Bagaimana arah pergerakan IHSG di perdagangan pertama tahun 2023?

Analisis Teknikal

TeknikalFoto: Teknikal
Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berasas periode waktu harian (daily) dan menggunakan parameter Boillinger Band (BB) untuk menentukan area pemisah atas (resistance) dan pemisah bawah (support).

Jika memandang level penutupan IHSG dan parameter BB akhir kemarin, indeks bergerak mendekati pemisah tengah BB 6.822.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan parameter teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) nan mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan parameter momentum nan membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan nilai terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfaedah untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. Posisi RSI turun ke 47 nan belum memberikan sinyal jenuh beli ataupun jual.

Dilihat dari parameter lain ialah Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis MA 12 tetap tetap berada di atas MA 26 meski bar histogram mengalami penurunan.

Kecenderungan IHSG tetap menyamping asalkan IHSG tetap bisa memperkuat di atas 6.822, maka indeks condong aman. Namun jika drop ke bawah level tersebut waspadai IHSG bakal menguji level psikologis 6.800.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

IHSG Sentuh Rekor Tertinggi Baru!


(trp/trp)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas