Perdagangan Perdana 2023, Saham 'Big Bank' Malah Loyo | Drafmedia.com

Perdagangan Perdana 2023, Saham 'Big Bank' Malah Loyo | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). IHSG ditutup menguat 0,33 persen alias 23,53 poin ke 7.054,12 pada akhir perdagangan, sebanyak 249 saham menguat, 255 saham melemah, dan 199 saham stagnan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). IHSG ditutup menguat 0,33 persen alias 23,53 poin ke 7.054,12 pada akhir perdagangan, sebanyak 249 saham menguat, 255 saham melemah, dan 199 saham stagnan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham perbankan berkapitalisasi pasar terbesar (big bank) secara kebanyakan melemah pada perdagangan perdana di tahun 2023.

Pada awal perdaagangan sesi I Senin (2/1/2023) sekitar pukul 09:32 WIB, empat saham 'big bank' terpantau diperdagangkan di area merah.

Berikut pergerakan empat saham big bank pada awal perdagangan sesi I hari ini.

Emiten Kode Saham Harga Terakhir Perubahan Harga (%)
Bank Rakyat Indonesia BBRI 4.860 -1,62%
Bank Negara Indonesia BBNI 9.150 -0,81%
Bank Central Asia BBCA 8.525 -0,29%
Bank Mandiri BMRI 9.900 -0,25%

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memimpin koreksi ialah ambles 1,62% ke posisi Rp 4.860/unit. Sedangkan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga merosot 0,81% ke Rp 9.150/unit

Saham BBRI dan BBNI juga turut membebani pergerakan IHSG pada awal sesi I hari ini, di mana saham BBRI memberatkan indeks hingga 11,38 indeks poin, sedangkan saham BMRI memberatkan IHSG sebesar 1,4 indeks poin.

Namun untuk saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), koreksinya condong lebih mini ialah sekitar 0,2%.

Melemahnya saham big bank terjadi lantaran penanammodal menanti pembacaan risalah rapat bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) nan dilakukan pada Desember lalu.

Investor bakal menanti komentar pejabat The Fed mengenai langkah bank sentral tersebut pada 2023.

Seperti diketahui, The Fed telah mengakhiri era easy money pada 2022 seiring dengan inflasi nan memanas. Atas langkah tersebut serta diikuti banyak bank sentral di negara lain pula bumi berada di bawah ancaman resesi global.

Maka dari itu, "bocoran" pada pembacaan risalah bakal menyedot animo investor. Selain itu mengingat laju inflasi bumi mulai melandai. Pembacaan notula tersebut dijadwalkan pada Kamis pekan ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Sanggahan: Berita ini tidak bermaksud membujuk pembaca untuk membeli alias menjual saham terkait. Keputusan investasi sepenuhnya ada pada diri anda, dan CNBC Indonesia tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun untung nan timbul dari keputusan tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

IHSG Mendadak Balik Arah, Terus Lanjut di Sesi II?


(chd)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas