Penjual Lato-lato Cuan Berkat Viral, Bisnisnya Bakal Panjang? | Drafmedia.com

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta -

Siapa nan tidak tahu lato-lato? Mainan nan sekarang sedang viral itu mencuri perhatian banyak orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Berbagai pedagang sekarang juga ikut menjual lato-lato. Salah satu penjual lato-lato di Pasar Asemka, Jakarta Barat mengungkapkan dirinya baru mulai jualan lato-lato seminggu belakangan ini lantaran viralnya lato-lato.

Sebelum menjual lato-lato, dia merupakan pengurus masjid. Ia mengaku, berdagang lato-lato hanya menjadi pekerjaan sampingan saja agar ada kegiatan lain.

"Saya baru juga, baru jual beli ini. Karena orang-orang nanyain ginian, baru mulai dagang. Karena saya dengar (penghasilannya) lumayanlah," ucapnya kepada detikcom, Senin (2/1/2023).

Menurutnya, mainan ini banyak diburu orang lantaran ada pengaruh seremoni tahun baru. "Ini kan barangnya musiman. Kalau nggak musiman mah nggak laku, lantaran menjelang tahun baru aja. Pokoknya ini mau awal tahun baru sudah ada. Belum begitu viral itu, tetap biasa aja," ucapnya.

Dalam sehari, dirinya bisa menjual satu sampai dua lusin lato-lato. Harga nan ditawarkan ialah Rp 10.000 per pasang dan Rp 15.000 untuk 2 pasang.

Penjual lato-lato lainnya, Dori, juga baru menjual lato-lato kurang lebih satu minggu ini lantaran sedang viral. Sebelumnya dia merupakan penjual masker.

"Baru viral ini aja. Baru semingguan, belum lama. Kalau masker sudah lama, jika lato-lato baru. Ini (lato-lato) lagi viral kan, usil saja buat tambah-tambahan. Ntar kalo sudah ya sudah, jual masker lagi," ujar Dori.

Untuk penjualannya sendiri, Dori mengaku tidak menentu. Dalam satu hari kadang dia bisa menjual 600 pasang lato-lato.

"Nggak tentu. Ini aja baru mau dikirim satu karung, 600 pasang berfaedah ada 1.200 (buah). Saya tadi sudah kirim di box 600 pasang," kata Dori.

Dori menjual lato-lato dalam corak satuan maupun lusinan. Satu pasang lato-lato dibanderol Rp 10.000, sementara satu lusin lato-lato dibanderol Rp 60.000.

"Ini satu pasang Rp 10.000, beli 2 pasang Rp 15.000, jika beli lusinan kasih goceng. Satu pasangnya goceng kalo beli lusinan," kata Dori.

Untuk omzetnya sendiri, dirinya mengaku hanya mengambil Rp 200 per pasang lato-lato dan modal nan dikeluarkan per pasang lato-lato Rp 4.800. "Ya paling ambilnya Rp 200 perak per pasang. Kan kita jualnya grosir lagi. Abis beli grosir kita jual grosir lagi, emang ambil Rp 200 perak doang," tuturnya.

(das/das)

Selengkapnya
Sumber Berita Keuangan Update
Berita Keuangan Update
Atas