Pengusaha Kopi Paling Sukses di Dunia, Hartanya Rp 57 T

Pengusaha Kopi Paling Sukses di Dunia, Hartanya Rp 57 T

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

 Starbucks Chairman and CEO Howard Schultz delivers remarks at the Starbucks 2016 Investor Day in Manhattan, New York, U.S. December 7, 2016.  REUTERS/Andrew Kelly/File Photo Foto: Miliarder sekaligus mantan kepala pelaksana (CEO) Starbucks, Howard Schultz, mengumumkan ambisinya untuk mengalahkan Presiden Donald Trump dalam pemilu 2020 (REUTERS/Andrew Kelly)

Jakarta, CNBC Indonesia - Howard Schultz jadi salah satu konglomerat nan inspiratif. Ia merupakan sosok nan paling berjasa menjadikan Starbucks sebagai perusahaan kopi nan mendunia.

Sebelum menjadi kaya rata, Howard Schultz merupakan seorang tenaga kerja di gerai kopi tersebut. Berawal dari 11 gerai, Schultz sukses membesarkan Starbucks hingga mempunyai 33 ribu gerai nan tersebar di banyak negara.

Di tahun 2018, laki-laki ini mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO. Namun di tahun 2022 dia kembali menjadi CEO interim lantaran dirinya hendak menunjuk orang baru untuk memimpin perusahaan ini.

Sejatinya, masa mini orang terkaya di bumi urutan ke 728 jenis Forbes ini memang cukup menyedihkan. Namun perjuangannya hingga sukses tentu sangat menginspirasi dan penuh dengan pelajaran finansial.

Berikut adalah deretan kebenaran dari Schultz nan patut Anda ketahui.

Ayahnya, Fred Schultz, adalah mantan angkatan bersenjata nan akhirnya bekerja sebagai sopir. Namun sayang sekali, Fred Schultz kehilangan pekerjaannya usai dirinya terkena musibah kecelakaan.

Saat kecelakaan itu terjadi, Fred sama sekali tidak punya asuransi kesehatan dan tidak bisa membayar biaya pengobatan.

Peristiwa itulah nan akhirnya membikin perekonomian Keluarga Schultz memburuk. Di usianya nan ke-12, Howard Schultz sudah bekerja untuk membantu orangtuanya.

Pekerjaan nan dilakoninya antara lain adalah loper surat kabar dan menjadi pelayan kafe. Dan saat Schultz berumur 16 tahun, dia bekerja sebagai penjaga toko.

Dapat danasiwa lantaran dahsyat dalam olahraga
Salah satu talenta nan dimiliki Schultz ada di bagian olahraga. Schultz mempunyai bentuk nan sangat kuat, dan perihal itulah nan membuatnya sukses menuai prestasi.

Lewat prestasinya Schultz sukses mendapat danasiwa kuliah dan masuk ke Northern Michigan University bidang komunikasi.

Setelah lulus kuliah di tahun 1975, Schultz bekerja di Xerox selama tiga tahun sebagai sales manager. Kariernya pun bisa dikatakan mulus.

Namun Schultz memutuskan resign dari perusahaan tersebut, lantaran mau meniti pekerjaan di perusahaan Swedia, Hammaplast. Di perusahaan itulah akhirnya dia berjumpa dengan gerai kopi Starbucks.

Kerja di Starbucks

Saat Schultz menyambangi Starbucks, Starbucks hanyalah sebuah warung kopi mini nan didirikan oleh Jerry Baldwin, Zev Siegl, dan Gordon Bowker. Namun, Schultz nan saat itu berumur 29 tahun memandang adanya mutiara terpendam di Starbucks. Itulah nan membuatnya tertarik untuk bekerja di sana.

Keinginan Schultz bekerja di Starbucks akhirnya terwujud, Schultz ditempatkan di bagian marketing.

Sekedar informasi saja bahwa saat bekerja di Starbucks, Schultz menerima penghasilan nan jauh lebih rendah daripada saat bekerja di Hammaplast. Dan nan paling mengejutkan, jumlah penghasilan Schutlz di Starbucks tidak sampai separuh gajinya di Hammaplast! Belum lagi, dia kudu pindah ke Seattle.

Setelah setahun bekerja di Starbucks, Schultz dikirim ke Italia untuk menimba pengetahuan tentang industri kopi. Disitulah akhirnya dia mendapat inspirasi baru untuk pengembangan upaya Starbucks.

Menurutnya, selain membikin kopi, Starbucks juga kudu merancang cafe nan nyaman bagi para pengunjung. Mengapa demikian? Karena di Italia, banyak orang nan menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menikmati kopi.

Sayangnya, buahpikiran itu ditolak lantaran dianggap bisa merugikan Starbucks. Para petinggi Starbucks saat itu punya pemikiran nan sangat konservatif.

Schultz pun memutuskan untuk keluar dari Starbucks dan mendirikan warung kopinya sendiri di Seattle dengan modal US$ 1,7 juta.

Il Giornale

Nama dari Bahasa Italia ini digunakan oleh Schultz untuk nama warung kopi barunya. Il Giornale pun sukses mencetak kesuksesan.

Dalam mendirikan Il Giornale, Schultz juga kudu berjuang mati-matian, terutama dalam mencari pinjaman dana. Schultz blak-blakan mengatakan, dia sudah meminta support kepada 242 orang, dan sebanyak 217 orang di antaranya menolaknya mentah-mentah.

Kembali ke Starbucks

Selama dua tahun berkecimpung di Il Giornale, Schultz mendengar berita bahwa pemilik Starbucks beriktikad menjual gerainya, peralatan kreator kopi, serta nama brand Starbucks itu sendiri. Mereka menawarkan nilai jual sebesar US$ 4 juta.

Schultz pun langsung melobi segenap pihak untuk meminjam dana. Cukup menarik untuk diketahui bahwa Bill Gates rupanya jadi penanammodal pertama di Starbucks.

Usai mendapat modal nan cukup, Schultz pun kembali ke Starbucks namun tidak sebagai karyawan, melainkan sebagai pemilik baru.

Lahirnya Starbucks masa kini

Di bawah kepemimpinan Schultz, Starbucks pun menjadi jaya. Pada 1992, Starbucks telah mempunyai 165 gerai nan disertai total pendapatan bersih sebesar US$ 93 juta. Mereka pun melakukan IPO.

Dan pada tahun 2000, Starbucks akhirnya go internasional. Mereka sukses membuka 3.500 gerai di beragam negara dan total pendapatan bersihnya per tahun mencapai US$ 2,2 miliar! Siapa sangka, warung kopi inilah nan akhirnya membikin Schultz kaya raya.

Meski demikian, nan namanya upaya tentu bakal mengalami masa-masa sulit. Di tahun 2008. Schultz terpaksa menutup sementara 7.100 gerai di Amerika. Tapi dua tahun kemudian, untung bersih Starbucks meroket tiga kali lipat, dari US$ 315 juta menjadi US$ 945 juta!

Satu perihal nan bisa kita jadikan sebagai pelajaran dari kisah ini adalah, apapun nan Anda cita-citakan di masa depan pasti bisa tercapai jika Anda kerja keras.

Siapa sangka, Schultz nan dulu hidup miskin serba kekurangan bisa dapat danasiwa kuliah? Siapa sangka keputusan Schultz resign dari Hammaplast dan mengambil pekerjaan di Starbucks bisa mengantarkannya jadi miliarder di masa depan?


[Gambas:Video CNBC]

(rob/ayh)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas