Pekerja Terkena PHK Kantor Gegara Ini, Bisa Gegara Bolos! | Drafmedia.com

Pekerja Terkena PHK Kantor Gegara Ini, Bisa Gegara Bolos! | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Badai phk di perusahaan Vietnam. (AFP via Getty Images/NHAC NGUYEN) Foto: Badai phk di perusahaan Vietnam. (AFP via Getty Images/NHAC NGUYEN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja rilis pada 30 Desember 2022 lalu. Salah satu poinnya adalah mengatur soal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dimana PHK dapat terjadi lantaran beberapa hal.

Poin itu tertuang dalam pasal 154A Perpu 2/2022, alias diantara Pasal 154 dan Pasal 155 disisipkan 1 (satu) pasal, setidaknya ada 13 poin argumen nan menyebabkan pekerja bisa terkena PHK.

a.Perusahaan melakukan penggabungan, peleburan, pengambilalihan, alias pemisahan Perusahaan dan Pekerja/Buruh tidak bersedia melanjutkan Hubungan Kerja alias Pengusaha tidak bersedia menerima Pekerja/Buruh;

b. Perusahaan melakukan efisiensi diikuti dengan Penutupan Perusahaan alias tidak diikuti dengan Penutupan Perusahaan nan disebabkan Perusahaan mengalami kerugian;

c. Perusahaan tutup nan disebabkan lantaran Perusahaan mengalami kerugian secara terus menerus selama 2 (dua) tahun;

d. Perusahaan tutup nan disebabkan keadaan memaksa (force majeur);

e. Perusahaan dalam keadaan penundaan tanggungjawab pembayaran utang;

f. Perusahaan pailit;

Di poin g disebabkan lantaran adanya permohonan Pemutusan Hubungan Kerja nan diajukan oleh Pekerja/Buruh dengan argumen Pengusaha melakukan perbuatan sebagai berikut:

1. menganiaya, menghina secara kasar alias menakut-nakuti Pekerja/ Buruh;

2. membujuk dan/atau menyuruh Pekerja/Buruh untuk melakukan perbuatan nan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan ;

3. tidak membayar Upah tepat pada waktu nan telah ditentukan selama 3 (tiga) bulan berturut-turut alias lebih, meskipun Pengusaha membayar Upah secara tepat waktu sesudah itu;

4. tidak melakukan tanggungjawab nan telah dijanjikan kepada Pekerja/ Buruh;

5. memerintahkan Pekerja/Buruh untuk melaksanakan pekerjaan di luar nan diperjanjikan; atau

6. memberikan pekerjaan nan membahayakan jiwa, keselamatan, kesehatan, dan kesusilaan Pekerja/Buruh sedangkan pekerjaan tersebut tidak dicantumkan pada Perjanjian Kerja;

Di poin h, PHK dapat terjadi lantaran adanya putusan lembaga penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial nan menyatakan Pengusaha tidak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud pada huruf g terhadap permohonan nan diajukan oleh Pekerja/ Buruh dan Pengusaha memutuskan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja;

Di poin i. Pekerja/Buruh juga dapat mengundurkan diri atas kemauan sendiri dan kudu memenuhi syarat:

1. mengusulkan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri;

2. tidak terikat dalam ikatan dinas; dan

3. tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri;

Selain itu, ada beberapa catatan lain nan kudu pekerja perhatikan jika tidak mau terkena PHK, di poin berikutnya condong akibat kesalahan disiplin.

j. Pekerja/ Buruh mangkir selama 5 (lima) hari kerja alias lebih berturut-turut tanpa keterangan secara tertulis nan dilengkapi dengan bukti nan sah dan telah dipanggil oleh Pengusaha 2 (dua) kali secara patut dan tertulis;

k Pekerja/Buruh melakukan pelanggaran ketentuan nan diatur dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, alias Perjanjian Kerja Bersama dan sebelumnya telah diberikan surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga secara berturut-turut masing-masing bertindak untuk paling lama 6 (enam) bulan selain ditetapkan lain da-lam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, alias Perjanjian Kerja Bersama;

L Pekerja/Buruh tidak dapat melakukan pekerjaan selama 6 (enam) bulan akibat ditahan pihak nan berkuasa lantaran diduga melakukan tindak pidana;

m. Pekerja/Buruh mengalami sakit berkepanjangan alias abnormal akibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah melampaui pemisah 12 (dua belas) bulan;

n. Pekerja/ Buruh memasuki usia pensiun; atau

o. Pekerja/Buruh meninggal dunia


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Bukan Main-Main Gelombang PHK Merembet ke Jateng, Ribuan Kena


(hoi/hoi)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas