OJK Bidik 58 IPO dan Dana Rp 170 T Dari Pasar Modal | Drafmedia.com

OJK Bidik 58 IPO dan Dana Rp 170 T Dari Pasar Modal | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membidik penghimpunan biaya di pasar modal sebesar Rp 170 triliun pada 2023.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi mengatakan, terdapat rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) nan bakal dilakukan calon emiten baru sebanyak 58 perusahaan pada tahun ini.

"Di pipeline 84 rencana penawaran umum dengan emisi Rp 81,41 triliun nan diantaranya merupakan rencana IPO bakal dilakukan emiten baru sebanyak 58 perusahaan," kata Inarno dalam RDK OJK, Senin (2/1/2022).

Untuk diketahui, tahun lampau penghimpunan biaya mencapai Rp 260 triliun. Dengan demikian, penghimpunan biaya pada tahun ini ditargetkan Rp 170 triliun.

"Target untuk 2023 Rp 170 triliun dan jika dibandingkan 2022 memang extraordinary mencapai Rp 260 triliun. Apabila keluarkan out layer GOTO dkk, tetap ada growth positif, tapi kira-kita berimbang antara 2022 dan 2023," jelas Inarno.

Menurutnya, minat untuk penghimpunan biaya di pasar modal hingga 30 Desember 2022 tetap terjaga tinggi, ialah sebesar Rp 267,73 triliun, dengan emiten baru tercatat sebanyak 71 emiten nan merupakan rekor tertinggi jumlah emiten baru.

Untuk diketahui, pasar saham hingga 30 Desember 2022 melemah 3,26% mtd ke level 6.850,62 dengan non-resident mencatatkan outflow sebesar Rp 20,91triliun mtd. Secara ytd, IHSG tercatat menguat sebesar 4,09% dengan non-resident membukukan net buy sebesar Rp 60,58 triliun.

Di pasar obligasi, indeks pasar obligasi ICBI menguat 0,82% mtd dan 3,6% ytd ke level 344,78. Untuk pasar obligasi korporasi, aliran biaya masuk penanammodal non-resident tercatat sebesar Rp 236,57 miliar (mtd) alias Rp 199,51 miliar (ytd).

Di pasar SBN, non-resident mencatatkan inflow Rp 25,43 triliun (mtd) sehingga mendorong penurunan yield SBN rata-rata sebesar 6,24 bps mtd di seluruh tenor. Secara ytd, yield SBN telah meningkat rata-rata sebesar 51,30 bps di seluruh tenor dengan non-resident mencatatkan net sell sebesar Rp 128,98 triliun.

Lebih lanjut, keahlian reksa biaya mengalami penurunan tercermin dari penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB) sebesar 1,47% (mtd) di Rp 504,62 triliun dan tercatat net redemption sebesar Rp 0,76 triliun (mtd). Secara ytd, NAB turun sebesar 12,76% dan tetap tercatat net redemption sebesar Rp 79,11 triliun.


Sedangkan untuk penggalangan biaya pada Securities Crowdfunding (SCF) nan merupakan pengganti pendanaan bagi UMKM, telah terdapat 14 penyelenggara nan telah mendapatkan izin dari OJK dengan 337 Penerbit, 136.779 pemodal, dan total biaya nan dihimpun sebesar Rp 721,84 miliar.

Di tahun 2022, jumlah penanammodal pasar modal telah mencapai 10,31 juta penanammodal nan merupakan milestone baru bagi industri pasar modal. Dukungan kemudahan masyarakat mengakses instrumen pasar modal dan ekspansi kanal pengedaran terutama secara digital mendukung lonjakan pertumbuhan penanammodal sebesar 37,68% (yoy).


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Roller Coaster IHSG, Naik Turun Makin Gak Bisa Ditebak


(tep/ayh)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas