OJK Bakal Panggil Para Pihak di Kasus Tukang Becak Bobol Rekening Rp 320 Juta | Drafmedia.com

OJK Bakal Panggil Para Pihak di Kasus Tukang Becak Bobol Rekening Rp 320 Juta | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta -

Heboh rekening pelanggan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dibobol oleh tukang becak. Menanggapi perihal tersebut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bakal terus memantau dan memonitor progres peristiwa norma tersebut.

Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sardjito menjelaskan saat ini kasus tersebut sudah masuk dalam ranah pengadilan. Meski begitu OJK bakal menjaring keterangan dari beragam pihak.

"Dalam perihal diperlukan dalam kaitan tugas OJK melaksanakan kegunaan perlindungan konsumen, kami bakal meminta keterangan para pihak dalam peristiwa tersebut," kata dia kepada detikcom, Rabu (25/1/2023).

Sebagai regulator, lanjut Sardjito, OJK meminta, mengingatkan dan mengimbau agar setiap konsumen menjaga dengan sangat baik semua rahasia terkait dengan kepemilikan mereka dalam industri jasa keuangan.

"Hal perihal nan berkarakter confidential agar dijaga dengan baik lantaran dapat saja dimanfaatkan oleh pihak pihak nan tidak bertanggung jawab dan dapat merugikan konsumen," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan Bank BCA bakal digugat imbas kasus pembobolan duit di rekening bank oleh tukang becak di Surabaya. Muin Zachry, pemilik rekening nan uangnya dibobol hingga Rp 320 juta oleh tukang becak beriktikad menggugat BCA dan memidanakan teller nan dianggap lalai mencairkan uangnya ke orang lain.

Melalui penasihat norma sekaligus putri kandungnya, Dewi Mahdalia, Muin mengatakan bahwa pihaknya bakal melaporkan pihak BCA maupun teller. Pihaknya siap menggugat secara perdata maupun pidana.

"Rencana mau saya gugatan dulu. Setelah itu saya bakal laporkan ke BI (Bank Indonesia), ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan), juga ke Polda Jatim," ujar Dewi dikutip dari detikJatim.

(kil/das)

Selengkapnya
Sumber Berita Keuangan Update
Berita Keuangan Update
Atas