MotoGP 2023: Musim Penentuan Nasib Franco Morbidelli | Drafmedia.com

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

loading...

MotoGP 2023 bakal menjadi musim penenuan nasib pembalap Monster Yamaha Energy, Franco Morbidelli/Foto/Instagram

ROMA - MotoGP 2023 bakal menjadi musim penentuan nasib pembalap Monster Energy Yamaha , Franco Morbidelli. Rider asal Italia itu wajib berprestasi lebih jika tetap mau berada di bangku tim pabrikan asal Jepang tersebut.

Morbidelli mencatat hasil tidak memuaskan di MotoGP 2022. Pembalap berumur 28 tahun itu kesulitan untuk meraih podium. Bahkan untuk finis di lima besar saja sulit.

Baca juga: Marc Marquez Keluhkan Motor, Carlo Pernat: Dia Pembalap Egois!

Morbidelli kudu puas menutup musim 2022 di ranking 19 dengan hanya mengoleksi 42 poin. Hasil tersebut jelas hasil nan cukup mengenaskan bagi seorang runner up MotoGP 2020.

Di musim MotoGP 2020, Morbidelli cukup sukses berbareng Petronas Yamaha SRT dengan tiga kali juara, 5 kali podium dan 2 kali pole position dalam 14 lomba.

Baca juga: Di Hari Ultah, Lebron James Masuk Daftar Sejarah NBA

Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, mengatakan Morbidelli kudu bisa unjuk gigi di MotoGP 2023 jika tetap mau berada di bangku tim pabrikan asal Jepang tersebut.

Sejatinya, posisi Morbidelli cukup terancam di Monster Energy Yamaha. Pernat pun menyebut jika MotoGP 2023 menjadi sangat krusial untuk masa depan Morbidelli.

“2023 bakal menjadi tahun nan krusial bagi Morbidelli,” ucap Pernat, dilansir dari Motorcycle Sport, Minggu (1/1/2023).

Dengan performa apiknya di musim-musim sebelumnya, Pernat pun sampai tidak lenyap pikir kenapa tandem dari Fabio Quartararo itu bisa mengalami penurunan performa seperti ini. Pria berumur 74 tahun itu mengatakan, Morbidelli kudu membuktikan diri di musim 2023 jika mau tetap menjadi bagian Monster Energy Yamaha.

“Saya tidak berpikir seseorang nan telah menunjukkan apa nan dia tunjukkan di masa lalu, bermain di Kejuaraan Dunia dan memenangkan GP, bisa kehilangan bakatnya. Bakat tidak dapat dijual alias dibeli, Anda memilikinya alias tidak,” ungkapnya.

“Jadi, saya pikir ini adalah tahun penebusan. Dan jelas baginya itu bakal lebih dari sekadar menentukan, lantaran jika dia tidak menjalani kejuaraan dengan baik dia bakal memperkuat di MotoGP, tapi dia bakal berhujung di tim kedua dan itu bakal menjadi perbedaan besar baginya,” pungkas Pernat.

(sha)

Selengkapnya
Sumber Olahraga Update
Olahraga Update
Atas