Mantan Jenderal NATO 'Bocorkan' Kapan Rusia dan Ukraina Damai | Drafmedia.com

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

A man holds a Ukranian flag as people gather in Maidan Square to celebrate the liberation of Kherson, in Kyiv on November 11, 2022, amid the Russian invasion of Ukraine. - Ukraine's President Volodymyr Zelensky said on November 11 that Kherson was Foto: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada 11 November bahwa Kherson adalah "milik kita" setelah Rusia mengumumkan selesainya penarikannya dari ibukota regional. (Getty Images/GENYA SAVILOV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Jenderal di aliansi pertahanan NATO, Hans-Lothar Domröse, telah mengidentifikasi keadaan di mana dia percaya Rusia dan Ukraina bakal menyetujui gencatan senjata dan memulai negosiasi untuk mengakhiri perang mereka.

Domröse, seorang perwira militer Jerman, mengatakan dia percaya kedua belah pihak dapat menyetujui gencatan senjata di beberapa titik pada 2023. Menurutnya, perihal ini dapat terjadi lantaran Kyiv dan Moskow telah sama-sama berpikir bahwa perang ini telah menjadi tak masuk akal.

"Saya memprediksi gencatan senjata di awal musim panas, ketika kedua belah pihak bakal berkata: 'Sekarang tidak masuk logika lagi.' Gencatan senjata bakal datang sekitar tahun 2023," ujarnya kepada media Ukrainska Pravda nan dikutip Newsweek, Selasa (3/1/2022).

Ia memprediksi negosiasi dapat dilakukan jauh setelah gencatan senjata awal. Ini, menurutnya, dapat diinisiasi beberapa figur politik dunia seperti Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan alias Perdana Menteri India Narendra Modi.

"Gencatan senjata berfaedah kita berakhir menembak. Negosiasi mungkin bakal menyantap waktu lama. Anda memerlukan mediator," katanya.

Domröse menyebut bahwa negosiasi untuk mengakhiri perang bisa jadi sulit, lantaran baik Presiden Rusia Vladimir Putin maupun Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah membikin daftar tuntutan nan disetujui.

"Gencatan senjata dapat dimungkinkan jika Zelensky menyetujui 'masa transisi' untuk mengintegrasikan kembali daerah pendudukan seperti Krimea, nan dianeksasi pada tahun 2014 dan tetap berada di bawah kendali Rusia, kembali ke Ukraina."

Meski begitu, pandangan ini ditolak oleh guru besar diplomasi dan hubungan internasional di Universitas Seton Hall, Margarita Balmaceda. Ia mengatakan dalam situasi semacam ini, krusial untuk membedakan antara gencatan senjata dan proses perdamaian nan lebih serius.

"Ketika itu terjadi, bakal ada tekanan pada Tuan Putin untuk terlibat dalam obrolan nyata dengan masyarakat internasional, dengan Ukraina. Tapi sampai itu terjadi, saya tidak memprediksi komitmen serius Rusia nan nyata untuk setiap negosiasi nyata nan bakal menghasilkan gencatan senjata nan lebih serius," paparnya.

Meskipun 10 bulan pertempuran dan kerugian besar di kedua sisi, upaya untuk memulai negosiasi untuk mengakhiri perang terhenti. Ukraina telah membikin kemajuan militer nan signifikan dalam beberapa bulan terakhir dengan merebut kembali daerah nan sebelumnya diduduki.

Zelensky telah menawarkan kondisi nan "tidak dapat dinegosiasikan" untuk mengakhiri perang, termasuk lebih banyak hukuman dunia terhadap Rusia, pemecatannya dari keanggotaan Dewan Keamanan PBB, pengakuan perbatasan Ukraina dan agunan keamanan baru untuk negaranya.

Tetapi Rusia tidak menunjukkan tanda-tanda bakal menyerah, dan Putin dilaporkan telah mempertimbangkan untuk melancarkan serangan baru di awal tahun ini.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mencantumkan tiga syarat perdamaian nan tidak bakal diterima Kremlin, dengan mengatakan 'Jelas Kyiv tidak siap untuk berdialog'.

Ia mengatakan Rusia tidak bakal setuju untuk memindahkan pasukannya dari daerah Donbas timur, Krimea dan daerah Zaporizhzhia dan Kherson, nan keduanya dianeksasi pada bulan September. Rusia juga tidak bakal setuju untuk membayar reparasi alias 'penyerahan pengadilan internasional dan sejenisnya'.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Eks Bos NATO: Putin Tahu Ia Membuat Kesalahan dengan Ukraina


(luc/luc)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas