Liar Lagi, Rupiah Tembus Rp 15.600/US$! | Drafmedia.com

Liar Lagi, Rupiah Tembus Rp 15.600/US$! | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Pekerja pusat penukaran mata duit asing menghitung duit Dollar AS di gerai penukaran mata duit asing Dolarindo di Melawai, Jakarta, Senin (4/7/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Ilustrasi dolar Amerika Serikat (AS). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah kembali bergerak liar melawan dolar Amerika Serikat (AS) di awal perdagangan Selasa (3/1/2023), tetapi sayangnya kembali menembus ke atas Rp 15.600/US$.

Data Refinitiv menunjukkan rupiah membuka perdagangan di Rp 15.580/US$, melemah 0,1% di pasar spot. Rupiah kemudian sempat berbalik menguat 0,19%, sebelum melemah lagi 0,22% ke Rp 15.605/US$ pada pukul 9:10 WIB.

Kemarin Mata Uang Garuda juga bergerak liar, sempat menguat hingga 0,55% di awal perdagangan tetapi malah berhujung melemah tipis 0,03%. Maklum saja, perdagangan tetap sunyi memasuki tahun baru, hawa liburan tetap terasa. Saat volume perdagangan rendah, maka pergerakan liar kerap kali terjadi.

Selain perdagangan nan tetap sepi, pelaku pasar juga menanti rilis notula rapat kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed) jenis Desember lampau untuk memandang arah kebijakan ke depannya.

"Kita bakal memandang petunjuk nan bisa menentukan seberapa besar kenaikan suku kembang pada Februari" kata analis dari Citi, sebagaimana dilansir Reuters.

The Fed pada bulan lampau mengendurkan laju kenaikan suku kembang menjadi 50 pedoman poin, setelah empat kali beruntun meningkatkan masing-masing 75 pedoman poin.

Analis dari Citi memperkirakan bank sentral paling powerful di bumi tersebut bakal kembali meningkatkan sebesar 50 pedoman poin bulan depan.

Sementara itu ada berita baik dari dalam negeri. &P Global kemarin melaporkan purchasing managers' index (PMI) manufaktur Indonesia naik menjadi 50,9 pada Desember 2022, naik dari bulan sebelumnya 50,3.

PMI menggunakan nomor 50 sebagai periode batas. Di bawahnya berfaedah kontraksi, di atasnya adalah ekspansi.

Artinya, di penghujung 2022 sektor manufaktur Indonesia meningkatkan ekspansinya.

Laporan tersebut juga menunjukkan peningkatan demand membikin output produksi meningkat, begitu juga dengan kegiatan pembelian serta perekrutan tenaga kerja.

"PMI Desember menunjukkan peningkatan kondisi sektor manufaktur Indonesia pada akhir 2022. Laju ekspansi output dan penjualan nan lebih sigap berbareng dengan meredanya tekanan kenaikan nilai menjadi perkembangan nan bagus, meski kenaikan produksi dan demand tetap lemah," kata Jingyi Pan, Economics Associate Director at S&P Global Market Intelligence dalam rilisnya Senin pagi.

Jingyi juga memandang kenaikan nilai output turun ke level terendah sejak Mei 2021, menunjukkan tekanan nilai ke konsumen sudah melambat dan bakal mendukung kenaikan demand ke depannya.

Sektor manufaktur merupakan salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia berasas lapangan usaha. Kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) lebih dari 17%, menjadi nan tertinggi disusul oleh pertambangan dan penggalian sekitar 13,5% pada kuartal III-2022.

Dengan PMI manufaktur nan mempercepat laju ekspansinya, tentunya menjadi berita bagus dan berkesempatan terus bersambung di tahun ini, mengingat ada Tahun Baru Imlek, dan China perlahan mulai melonggarkan lockdown.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Terkapar Lawan Dolar AS, Rupiah Dekati Level Rp 15.600/USD


(pap/pap)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas