Keras! Ini Tanggapan China soal Pepet Pesawat AS di LCS | Drafmedia.com

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Pesawat Tempur China J 11 (U.S. Air Force Staff Sgt. D. Myles Cullen) Foto: Pesawat Tempur China J 11 (U.S. Air Force Staff Sgt. D. Myles Cullen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China buka bunyi soal kejadian nan melibatkan pesawat tempurnya dengan armada udara militer Amerika Serikat (AS) di daerah Laut China Selatan (LCS). Beijing mengatakan perihal itu diakibatkan oleh manuver pesawat Washington nan berbahaya.

Pada Jumat, (30/12/2022), Komando Indo-Pasifik AS menyatakan bahwa pesawat tempur J-11 China mendekati pesawat RC-135 Angkatan Udara AS dalam jarak enam meter. Menurutnya, kondisi itu tidak kondusif dan pilotnya langsung berupaya untuk mengelak.

Juru bicara Kementerian Pertahanan China Tian Julin menolak tuduhan AS pada Sabtu malam. Ia menyatakan bahwa pesawat Amerika lah nan melakukan manuver berbahaya.

"Pihak AS sengaja menyesatkan publik, disebut hitam putih, menyalahkan (ini) pada China sementara (AS) sendiri nan kudu disalahkan dan berupaya membingungkan opini internasional," katanya dikutip Russia Today, Senin (2/1/20223).

Tian menambahkan pilot China melakukan tindakan ahli dan standar sesuai dengan semua norma dan peraturan. Namun, imbuhnya, terlepas dari banyak peringatan, pesawat AS tiba-tiba mengubah posisi terbangnya, membahayakan keselamatan penerbangan jet China tersebut.

Kementerian Pertahanan juga menerbitkan rekaman kejadian nan diambil dari jet China. Menurut surat berita Global Times nan dikelola pemerintah China, klip tersebut menunjukkan RC-135 AS dengan sengaja mengubah posisi terbangnya dalam pendekatan rawan terhadap pesawat China.

"Kami dengan tegas meminta AS untuk menahan pergerakan pasukan maritim dan udara garis depan, secara ketat mematuhi norma internasional terkait dan perjanjian terkait, serta mencegah kecelakaan maritim dan udara," kata Tian.

AS menegaskan bahwa kapal perang dan pesawatnya telah melakukan misi patroli nan sah di perairan internasional dan daerah udara di LCS. Washington berkeinginan untuk terus melakukannya.

Di sisi lain, Beijing, nan memandang sebagian besar LCS sebagai wilayahnya. telah menganggap operasi pasukan AS di daerah tersebut sebagai provokasi dan pelanggaran terhadap kedaulatannya.

Meski menegaskan perihal ini, klaim China terkait LCS sendiri tumpang tindih dengan klaim negara lainnya ialah Vietnam, Filipina, Malaysia, Taiwan, dan Brunei Darussalam.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

AS Hobi "Main Api" dengan China, Senatornya ke Taiwan Lagi


(luc/luc)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas