Jreng, OJK Blak-Blakan Soal Asuransi Bermasalah | Drafmedia.com

Jreng, OJK Blak-Blakan Soal Asuransi Bermasalah | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Hingga akhir tahun beberapa asuransi "bermasalah" tetap menjadi pekerjaan rumah bagi regulator, ialah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oleh lantaran itu, mengawali tahun ini, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Ogi Prastomiyono pun menjelaskan informasi terbaru terkait kasus kandas bayar perusahaan asuransi jiwa PT Adisarana Wanaartha alias Wanaartha Life (WAL) dan PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life).

Ogi mengatakan WAL sempat menunda penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda pembubaran perusahaan dan pembentukan tim likuidasi. Hal ini lantaran rapat tersebut tidak memenuhi kuorum persyaratan kehadiran pada Senin (26/12/2022) lalu.

"Tetapi pada hari Jumat kemarin, 30 Desember jam 23.00 WIB, mereka [Wanaartha Life] menyerahkan RUPS sirkuler terkait dengan pembubaran perusahaan dan pembentukan tim likuidasi," kata Ogi dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2022 secara daring, Senin (2/1/2023).

Oleh lantaran itu, saat ini OJK tengah mengkaji hasil dari RUPS tersebut lantaran langkah nan diambil WAL belum melewati pemisah waktu 30 hari sejak pencabutan izin upaya oleh OJK. OJK sedang me-review RUPS tersebut terkait pembubaran secara norma seperti apa.

"Kami sedang mempelajari langkah tindak lanjut, tetapi ini tetap belum melampaui jangka waktu 30 hari nan ditetapkan sesuai dengan ketentuan nan berlaku," jelas Ogi.

Hal nan sama juga terjadi pada asuransi Kresna Life. Ogi mengungkapkan bahwa Kresna Life telah menyampaikan rencana penyehatan finansial (RPK) perusahaan pada 30 Desember 2022 dan RPK tersebut tetap dalam tahap pengkajian.

"Kresna Life juga menyampaikan RPK [rencana penyehatan keuangan] pada 30 Desember 2022. Ini [tenggat waktu] sesuai dengan nan kami tegaskan bahwa paling lambat akhir tahun dan mereka telah menyampaikan RPK. Kami sedang review untuk apakah ini layak alias tidak penyelenggaraan RPKnya," rinci Ogi.

Terakhir adalah Bumiputera, Bumiputera juga tetap di-review mengenai langkah-langkah RPK.

"Kami telah berjumpa dengan Badan Perwakilan Anggota [BPA] dengan dewan dan komisaris, mereka telah menetapkan beberapa langkah pengamanan AJB Bumiputera 1912 nan sedang kita review, termasuk juga kemungkinan potongan nilai haircut daripada klaim nan cukup besar," kata Ogi.

Selain itu, Ogi menuturkan bahwa asuransi berbentuk upaya berbareng (mutual) itu juga telah menetapkan konversi klaim asuransi nan sudah jangka panjang untuk dikonversikan ke labilitas. Diikuti dengan penjualan aset-aset AJB Bumiputera 1912 nan bakal digunakan untuk membayarkan klaim pemegang polis.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Pengumuman, Bos Wanaartha Mau Ngumpulin Nasabah! Ada Apa?


(tep/ayh)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas