Jokowi Mau Larang Rokok Dijual Ketengan, 'Ahli Hisap' Bilang Begini

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Pemerintah berencana melarang penjualan rokok batangan namalain ketengan mulai tahun depan. Namun, rencana ini menuai kritik dari para perokok aktif. Ketua Komunitas Perokok Bijak Suryokoco Suryoputro mengatakan, pihaknya menilai, patokan ini tidak masuk logika lantaran susah untuk diimplementasikan.

"Kalau tidak boleh jual ketengan, sanksinya apa? Yang melanggar mau dipenjara? Silakan saja turunkan polisi dan TNI untuk mengawasi begitu banyak pedagang asongan dan pengemudi angkot nan membeli rokok ketengan. Artinya jika bikin patokan nan masuk logika dan bisa diaplikasikan," ujar Suryokoco, dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (31/12/2022).

Menurutnya, para konsumen bakal selalu mencari langkah agar dapat mengakses rokok. Alih-alih mengurangi konsumsi, larangan penjualan rokok batangan justru bakal meningkatkan konsumsi rokok lantaran kudu membeli dalam jumlah banyak sekaligus. Padahal, Suryokoco mengatakan, banyak konsumen nan sengaja membeli batangan untuk meminimalisir konsumsi rokok.

"Kalau perokok itu beli satu balut jadi lebih boros. Tapi jika ketengan, beli ketika mau saja, jadi konsumsinya tidak bebas. Ketika keliatan barangnya ada dan tetap banyak, konsumsinya juga jadi banyak," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, selama ini konsumen telah terbebani dengan adanya sejumlah patokan nan memberatkan, seperti kenaikan cukai tinggi ditambah peraturan eksesif lainnya.

Padahal menurutnya, kenaikan cukai nan tinggi tidak efektif untuk membikin konsumen berakhir merokok. Hal ini justru membikin konsumen beranjak mencari rokok terlarangan nan harganya jauh lebih murah.

Suryokoco juga menyampaikan, komunitasnya telah menaati patokan nan ada, salah satunya rokok hanya diperbolehkan bagi orang dewasa alias berumur 18 tahun ke atas. Pihaknya juga selalu mengimbau agar konsumen membeli rokok nan legal dengan pita cukai dan tidak merokok di dekat anak-anak.

"Di sosmed kita suka mengingatkan nan dewasa untuk tidak merokok di dekat anak. Apabila ada anak, kita pindah ke tempat lain. Kita juga tidak menyuruh anak beli rokok. Kita mengerti nan boleh beli rokok itu nan sudah berumur. Kita juga tahu adabnya orang merokok kudu di tempat nan sudah ditentukan," pungkasnya.

(fdl/fdl)

Selengkapnya
Sumber Berita Keuangan Update
Berita Keuangan Update
Atas