Jokowi Khawatir Berat Soal Ini, Indonesia Emas 2045 Terancam! | Drafmedia.com

Jokowi Khawatir Berat Soal Ini, Indonesia Emas 2045 Terancam! | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

 BPMI Setpres/Muchlis Jr) Foto: Rapat terbatas nan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 2 Januari 2023. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengkhawatirkan soal nasib Indonesia Emas 2045 dikarenakan persoalan stunting. Jokowi meminta agar jajarannya menyiapkan skema terbaik agar persoalan ini bisa diturunkan dengan cepat.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas menerjemahkan pengarahan tersebut melalui skema digital melalui penerapan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE).

"Tadi kami para menteri terkait telah mendapat pengarahan Presiden Jokowi. Beliau sangat concern soal penanganan stunting lantaran ini kaitannya dengan masa depan generasi. Indonesia Emas 2045 diantaranya kudu disiapkan, termasuk dengan menuntaskan masalah stunting," ujar Anas dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (3/1/2023)

Hingga 2021, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4 persen. Pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 14 persen pada 2024. "Perpres Arsitektur SPBE telah terbit, dan ini menjadi pendoronng nan luar biasa untuk kita kejar peningkatan digitalisasi pemerintah di semua lini, termasuk dalam penanganan stunting nan ditargetkan turun 14 persen pada 2024," ujar Anas.

SPBE sendiri adalah penyelenggaraan pemerintahan nan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada lembaga pemerintah, aparatur sipil negara, pelaku bisnis, masyarakat, dan pihak-pihak lainnya.

Mantan kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) tersebut mengatakan, pemanfaatan layanan digital nasional dalam penanganan stunting menjadi perihal nan absolut dilakukan. "Dalam arsitektur SPBE terdapat skema manajemen pengetahuan di mana penemuan penanganan stunting bisa dibagi pakai oleh daerah lain," ujar Anas.

"Siapa mengerjakan apa, cascadingnya jelas, pohon kinerjanya seperti apa, sudah terpetakan. Dengan sentuhan digital, kami percaya penanganan stunting bisa diakselerasi," ujar Anas.

Saat ini telah dipetakan kabupaten/korta dengan tingkat prevalensi stunting tertinggi, nan ditautkan dengan tingkat kematangan SPBE-nya.

"Jadi sekarang dalam proses dipadukan, mana kabupaten/kota dengan prevalensi stunting tinggi dan mana nan tingkat kematangan SPBE-nya cukup baik. Karena kelak penanganan stunting bakal di-drive dengan pendekatan digital biar efektif. Targetnya terpilih 50-100 kabupaten/kota nan bakal menerapkan program penanganan stunting berbasis digital. Contoh-contoh baik inovasinya sudah disiapkan, seperti dari Sumedang, nan kelak direplikasi," beber Anas.

Kementerian PANRB, lanjut Anas, telah melakukan simulasi tata kelola birokrasi penanganan stunting di daerah, termasuk intervensi tambahan nutrisi nan ideal. "Jadi kesiapan anggaran di masing-masing kabupaten/kota untuk penanganan stunting bakal masuk dalam penilaian Indeks Reformasi Birokrasi nan setiap tahun dievaluasi Kementerian PANRB. Jadi daerah nan mempunyai program stunting secara baik, Indeks Reformasi Birokrasi-nya bakal mendapat poin tambahan," ujar Anas.

Dan untuk memberi akibat ke ekonomi lokal, maka intervensi nutrisi ini kudu berbasis pangan lokal. "Nanti pengadaannya LKPP bisa mendukung, lantaran sudah ada e-Katalog Lokal nan telah lebih mudah daripada sebelumnya. Jadi intervensi nutrisinya bisa sekaligus berakibat ke ekonomi lokal. Skema tata kelola birokrasi penanganan program ini disusun Kementerian PANRB," paparnya.

Anas menambahkan, penanganan stunting masuk dalam skema Reformasi Birokrasi Tematik Penanganan Kemiskinan nan digalang Kementerian PANRB. "Sesuai pengarahan Presiden Jokowi, reformasi birokrasi kudu berdampak, maka kita susun nan namanya Reformasi Birokrasi Tematik Penanganan Kemiskinan nan mengelaborasikan tata kelola birokrasi agar berakibat pada percepatan penurunan kemiskinan. Di dalam masalah kemiskinan, ada tantangan-tantangan nan beririsan seperti stunting," pungkasnya


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Menko PMK Ungkap Strategi Tekan Angka Stunting ke 14% di 2024


(mij/mij)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas