Jerman Hadapi 'New Normal' Harga Energi, Ini Alasannya | Drafmedia.com

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Bendera Jerman di Gedung Reichstag, Berlin, Jerman pada 2 Oktober 2013 (REUTERS/Fabrizio Bensch) Foto: Bendera Jerman di Gedung Reichstag, Berlin, Jerman pada 2 Oktober 2013 (REUTERS/Fabrizio Bensch)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga daya nan tinggi bakal menjadi kenormalan baru di Jerman. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Keuangan Christian Lindner.

Dalam sebuah wawancara dengan surat berita Bild, Lindner mengakui bahwa Berlin menghadapi prospek daya nan lebih mahal dalam jangka panjang tanpa gas alam Rusia.

"Ini bakal menjadi normal baru. Gas melalui terminal gas cair lebih mahal daripada gas pipa Rusia lantaran argumen logistik saja. Jadi, tingkat nilai tetap tinggi, tapi tanpa lonjakan nan merusak," katanya, dikutip Russia Today, Selasa (3/1/2023).

Sepanjang tahun lalu, nilai gas alam di Eropa beberapa kali melonjak ke tingkat nan belum pernah terjadi sebelumnya, didorong oleh hukuman terhadap Rusia dan gangguan pasokan pipa. Hal ini turut memicu inflasi tinggi di seluruh Eropa.

Untuk melindungi konsumen dari lonjakan tersebut, negara-negara Uni Eropa (UE) sepakat pada Desember untuk menetapkan pemisah darurat nilai gas grosir sebesar 180 euro (US$ 191) per megawatt hour(MWh), dengan langkah nan ditetapkan mulai bertindak pada 15 Februari.

Namun, nilai gas telah menurun dalam beberapa pekan terakhir. Salah satunya lantaran cuaca musim dingin nan tidak terlalu ekstrem di beberapa bagian Eropa.

Pada Senin, nilai gas alam berjangka Februari di hub TTF di Belanda ambruk hingga lebih dari 73 euro (US$ 78) per MWh dalam skala rumah tangga, level nan tidak terlihat sejak Februari lalu.

Meskipun demikian, nilai gas tetap beberapa kali lebih tinggi dari rata-rata dalam jangka nan lebih jangka panjang. Pada periode 2017-2019, sebelum pandemi dan krisis daya saat ini, nilai spot gas TTF diperdagangkan di kisaran 10-25 euro per MWh.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Kabar Buruk dari Eropa, Prospek Ekonomi Jerman Suram


(luc/luc)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas