Israel Masuk! Tak Hanya Kasino, Ini Daftar Proyek 'Gila' Arab | Drafmedia.com

Israel Masuk! Tak Hanya Kasino, Ini Daftar Proyek 'Gila' Arab | Drafmedia.com

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Perwira angkatan udara Saudi nan baru lulus berbanjar di depan spanduk bergambar Raja Salman bin Abdulaziz (tengah), Putra Mahkota Mohammed bin Nayef (kanan), dan wakil Putra Mahkota Mohammed bin Salman selama upacara nan menandai peringatan 50 tahun pembentukan Akademi Udara Raja Faisal di pangkalan udara Raja Salman di Riyadh pada 25 Januari 2017. (FAYEZ NURELDINE/AFP via Getty Images) Foto: Perwira angkatan udara Saudi nan baru lulus berbanjar di depan spanduk bergambar Raja Salman bin Abdulaziz (tengah), Putra Mahkota Mohammed bin Nayef (kanan), dan wakil Putra Mahkota Mohammed bin Salman selama upacara nan menandai peringatan 50 tahun pembentukan Akademi Udara Raja Faisal di pangkalan udara Raja Salman di Riyadh pada 25 Januari 2017. (FAYEZ NURELDINE/AFP via Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi sedang melakukan pembangunan besar-besaran di wilayah-wilayah sekitaran Laut Merah. Hal ini terkait dengan langkah Putra Mahkota dan Perdana Menteri (PM) negara itu, Mohammed Bin Salman (MBS), nan mau mempercepat visi 2030 Arab Saudi guna menjauhkan ketergantungan Riyadh dari  pendapatan kepada minyak.

Salah satu nan saat ini sedang digarap adalah Pulau Tiran dan Sanafir. Pulau itu sendiri sebelumnya dalam kendali Mesir hingga 2016 lalu.

Nantinya, Saudi bakal membangun kasino dan hotel megah di dua pulau itu. Selain itu, bakal disertakan sebuah jembatan penghubung menuju daerah Sinai, Mesir.

Riyadh juga bakal membuka pintunya di pulau itu bagi pengunjung mancanegara. Termasuk dari Israel, nan selama ini dilarang masuk Arab Saudi lantaran sikap kerajaan ketua Raja Salman itu dalam mendukung Palestina.

Sebenarnya, Tiran dan Sanafir bukan satu-satunya proyek 'gila' alias ambisius MBS. Berikut lima proyek lainnya seperti dirangkum CNBC Indonesia, Rabu (25/1/2023):

1. NEOM

NEOM merupakan sebuah kota baru nan sedang dibangun di daerah Provinsi Tabuk di tepi Laut Merah. Nantinya, area NEOM bakal membentang seluas 26.500 kilometer persegi (km2).

Dirancang sebagai kota pandai futuristik, NEOM akan didukung oleh daya bersih. Kota ini dijanjikan mempunyai beragam daya tarik di dalam wilayahnya.

Proyek giga senilai US$ 500 miliar bakal diperlakukan sebagai negara di dalam negara. Nantinya, NEOM bakal mempunyai area ekonomi dan otoritasnya sendiri sehingga terpisah dari patokan nan mengatur daerah kerajaan lainnya.

"Orang nan tinggal di sana tidak bakal disebut sebagai orang Saudi tetapi bakal disebut dengan julukan 'Neomians', dan pembangunan tersebut direncanakan untuk mempunyai jutaan masyarakat pada tahun 2030," kata Kepala Proyek Pariwisata Andrew McEvoy mengatakan kepada The National Mei 2022.

Jaringan bandara nan menjadi hub internasional juga bakal dibuat. Selain itu, dalam NEOM, bakal ada proyek kaca raksasa nan terdiri dari gedung pencakar langit sepanjang 170 km dengan lebar 200 meter dan tinggi lebih dari 300 meter, nan dinamakan The Line.

2.Proyek Laut Merah

Selain NEOM ada pula proyek Laut Merah berbobot miliaran riyal. Proyek ini bakal terdiri dari 50 resor, menawarkan hingga 8.000 bilik hotel dan lebih dari 1.000 properti kediaman di 22 pulau dan enam letak daratan.

Destinasi ini juga menampilkan ngarai gunung, gunung berapi nan tidak aktif, dan situs budaya dan warisan kuno. Diharapkan Arab Saudi mendapat 22 miliar riyal pendapatan setiap tahun pada  2030 dan 464 miliar riyal tahun 2040 menurut laporan The Red Sea Development Company.

Fase satu dari Proyek Laut Merah dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2023. Fase kedua mencakup pengembangan empat alias lima pulau tambahan bakal dilakukan setelahnya.

3. Amaala

Resort mewah di pantai Barat Laut Arab Saudi ini bakal "membatasi" NEOM dan Proyek Laut Merah. Amaala diharapkan menjadi penggerak pariwisata kerajaan.

Bakal ada 2.500 bilik hotel dan 700 vila kediaman pribadi, juga bakal ada area ritel dengan 200 outlet. Amaala juga bakal mempunyai Triple Bay Yacht Club di Cagar Alam MBS yang dirancang dengan kreasi rumah tradisional Arab.

"Kami mengantisipasi bahwa Amaala bakal menjadi pusat internasional untuk kapal pesiar mewah, dan lantaran itu, klub kapal pesiar memerlukan kreasi kelas dunia, dipengaruhi oleh komponen alam sekitar dan warisan Arab, dan didukung oleh komitmen kami terhadap keberlanjutan," kata Kepala Eksekutif Amaala, John Pagano.

4. Ad Diriyah

Terletak di pinggiran Riyadh, Ad Diriyah dianggap sebagai "permata warisan". Pengembangan senilai US$ 17 miliar bakal mencakup beberapa resor mewah, termasuk merek hotel internasional utama.

Gerbang Diriyah I bakal menampilkan 18 hotel dalam organisasi perkotaan tradisional serba guna nan bakal dibuat dengan style arsitektur Najdi otentik. Ini identik dengan design khasdesa-desa yangmenggunakan bata lumpur dan plester nan sama seperti nan dilakukan ratusan tahun lalu.

Gerbang Diriyah II direncanakan sebagai pengembangan serba guna berskala Paris, berfokus pada pejalan kaki, dengan semua aset intermezo budaya. Gerbang Diriyah III bakal mempunyai aspek perumahan nan besar.

Mega proyek ini bernilai senilai US$ 50,6 miliar. Ini diharap mampu mendatangkan 27 juta pengunjung domestik dan internasional pada tahun 2030.

5. Qiddiya

Sama seperti Ad Diriyah, proyek di pinggiran Riyadh ini bakal mengusung konsep hiburan. Ini mencakup taman intermezo Six Flags, lapangan golf, dan kompleks seni.

Qiddiya Investment Company pada bulan Februari memberikan perjanjian senilai US$746,6 juta kepada perusahaan patungan Alec Saudi Arabia Engineering dan Contracting dan El Seif Engineering Contracting untuk pembangunan taman intermezo air pertama dan terbesar di area itu.

Taman ini bakal berdiri di atas tanah seluas 22,5 hektar dan bakal menjadi rumah bagi 22 wahana dan atraksi, termasuk sembilan nan bakal menjadi 'yang pertama di dunia'. Ini bakal mencakup sembilan zona, terinspirasi oleh hewan nan menghuni daerah sekitar Qiddiya.=

Beberapa wahana telah dirancang untuk menggunakan air 75% lebih sedikit dibandingkan dengan nan lebih konvensional di taman air lainnya. Pada tahun 2030, Qiddiya berambisi dapat menarik hingga 17 juta pengunjung setiap tahunnya


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Arab Saudi Tinggal Tunggu Waktu Buka Hubungan dengan Israel


(sef/sef)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas