IMF Wanti-wanti 2023 Bakal Berat, 3 Raksasa Ekonomi Ini Biang Keroknya | Drafmedia.com

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), Kristalina Georgieva mengingatkan ekonomi dunia 2023 bakal lebih susah dari tahun sebelum-sebelumnya.

"Kami perkirakan sepertiga ekonomi bumi bakal mengalami resesi. Mengapa? Karena tiga ekonomi besar, Amerika Serikat, Uni Eropa, China, semuanya melambat secara bersamaan," kata Georgieva, dilansir dari Bloomberg, Senin (02/01/2022).

Sebelumnya, pada bulan Oktober lalu, IMF telah memperingatkan bahwa lebih dari sepertiga ekonomi dunia bakal berkontraksi dan ada kesempatan 25% dari PDB dunia tumbuh kurang dari 2% pada 2023. Keadaan tersebut didefinisikan sebagai resesi global.

Lebih lanjut, dia pun menggambarkan kondisi dari ketiga ekonomi terbesar tersebut. Menurutnya, Amerika Serikat dapat menghindari resesi. Kemudian untuk Uni Eropa, separuh dari benua bakal mengalami resesi tahun depan. Sementara untuk China, negara itu bakal mengalami tahun nan sulit.

Menurut informasi nan diterbitkan pada Sabtu lalu, langkah pengambilan kebijakan Zero COVID China berimplikasi pada kegiatan ekonomi negara bergerak ke laju paling lambat sejak Februari 2020 lalu, ketika virus pertama kali melanda.

Georgieva mengatakan, perlambatan ekonomi-ekonomi terbesar di bumi itu pada akhirnya diterjemahkan ke dalam tren negatif dalam skala global. Bahkan dia menyebut, gambarannya bakal jauh lebih jelek bagi pasar di negara berkembang.

Purchasing Managers Index (PMI) untuk manufaktur nan diterbitkan pada Senin kemarin menunjukkan, hasil negatif di seluruh Eropa, Turki, dan Korea Selatan. Sementara itu, informasi nan diterbitkan Selasa besok bakal mengungkapkan nomor nan tidak jauh berbeda untuk Malaysia, Taiwan, Vietnam, Inggris, Kanada, dan AS.

Di sisi lain, Georgieva menyebut, prospek para ekonomi terbesar di bumi bisa jadi bakal membantu dalam memberikan keringanan bagi ekonomi dunia.

"Jika ketahanan pasar tenaga kerja di AS bertahan, AS bakal membantu bumi melewati tahun nan sangat sulit," kata Georgieva.

(hns/hns)

Selengkapnya
Sumber Berita Keuangan Update
Berita Keuangan Update
Atas