IHSG Gak Jebol Berkat 3 Saham Ini | Drafmedia.com

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). IHSG ditutup menguat 0,33 persen alias 23,53 poin ke 7.054,12 pada akhir perdagangan, sebanyak 249 saham menguat, 255 saham melemah, dan 199 saham stagnan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). IHSG ditutup menguat 0,33 persen alias 23,53 poin ke 7.054,12 pada akhir perdagangan, sebanyak 249 saham menguat, 255 saham melemah, dan 199 saham stagnan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah pada perdagangan perdana di tahun 2023.

Pada perdagangan sesi I Senin (2/1/2023) per pukul 10:26 WIB, IHSG melemah 0,24% ke posisi 6.834,04.

Beberapa saham menjadi penahan agar koreksi indeks tidak terlalu parah hari ini. Berikut saham-saham nan menjadi penahan koreksi IHSG pada perdagangan sesi I hari ini.

Emiten Kode Saham Indeks Poin Harga Terakhir Perubahan Harga
Bayan Resources BYAN 6,18 21.350 1,67%
GoTo Gojek Tokopedia GOTO 1,99 93 2,20%
Telkom Indonesia TLKM 1,22 3.760 0,27%

Dari deretan top movers di atas, saham emiten batu bara ialah PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kembali menjadi 'pahlawan' IHSG dari koreksi besar pada perdagangan sesi I hari ini, ialah mencapai 6,18 indeks poin.

Sedangkan di posisi kedua, terdapat saham emiten teknologi super apps ialah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) nan turut menahan koreksi IHSG sebesar 1,99 indeks poin.

Terakhir, ada saham telekomunikasi BUMN ialah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) nan juga menahan agar IHSG tidak terkoreksi parah ialah sebesar 1,22 indeks poin.

IHSG di awal tahun berpotensi bergerak beragam dengan resisten terdekat berada di level 6.920. Sedangkan support terdekat berada di 6.800.

Perhatian penanammodal dunia, termasuk di Indonesia juga tertuju pada pembacaan notulensi rapat bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) nan dilakukan pada Desember lalu.

Investor bakal menanti komentar pejabat The Fed mengenai langkah bank sentral tersebut pada 2023.

Seperti diketahui, The Fed telah mengakhiri era easy money pada 2022 seiring dengan inflasi nan memanas. Atas langkah tersebut serta diikuti banyak bank sentral di negara, resesi bumi pun menakut-nakuti pada tahun ini.

Maka dari itu, "bocoran" pada pembacaan notulensi bakal menyedot animo investor. Selain itu mengingat laju inflasi bumi mulai melandai. Pembacaan notulensi tersebut bakal digelar pada Kamis pekan ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Sanggahan: Berita ini tidak bermaksud membujuk pembaca untuk membeli alias menjual saham terkait. Keputusan investasi sepenuhnya ada pada diri anda, dan CNBC Indonesia tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun untung nan timbul dari keputusan tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

IHSG Ambruk Lagi 1%, Ini Penyebabnya


(chd/chd)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas