IHSG Berpeluang Melesat 10% Saat Resesi Dunia di Depan Mata! | Drafmedia.com

IHSG Berpeluang Melesat 10% Saat Resesi Dunia di Depan Mata! | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). IHSG ditutup menguat 0,33 persen alias 23,53 poin ke 7.054,12 pada akhir perdagangan, sebanyak 249 saham menguat, 255 saham melemah, dan 199 saham stagnan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). IHSG ditutup menguat 0,33 persen alias 23,53 poin ke 7.054,12 pada akhir perdagangan, sebanyak 249 saham menguat, 255 saham melemah, dan 199 saham stagnan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Untuk dapat memproyeksikan performa IHSG di tahun 2023 tentunya tak lepas dari gimana tingkat pertumbuhan ekonomi makro Indonesia serta proyeksi perkembangan ekonomi dunia nan secara tidak langsung mempunyai pengaruh domino terhadap pasar saham Indonesia.

Ekonomi suatu negara nan resilien dan bisa terus mencatatkan pertumbuhan dapat meyakinkan penanammodal domestik maupun asing untuk memasukkan dananya di risk asset seperti pasar saham tak terkecuali di Indonesia.

Lebih lanjut, peran ekonomi Indonesia nan resilien dan tetap bertumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi telah terbukti dapat mendorong keahlian IHSG pada tahun 2022 nan ditutup di area hijau dengan kenaikan 2,78% jauh lebih baik jika dibandingkan dengan indeks saham Asia lainnya nan tercatat ambruk seperti Shanghai Composite Index (SSEC) di China -14,95%, Nikkei 225 Index (NI225) di Jepang -10,95%, dan Hang Seng Index (HIS) di Hong Kong -15,01%.

Lalu gimana performa IHSG selanjutnya di tahun 2023?

Perkembangan inflasi, pengetatan nan dilakukan bank sentral untuk kebijakan moneter, nilai mata uang, dan pembukaan kembali ekonomi China pasca kebijakan zero Covid-19 menjadi beberapa aspek nan menentukan ekonomi dan pasar saham Indonesia di tahun 2023.

Lantas mengenai perekonomian Indonesia, pada 2023 ini pemerintah mencanangkan ekonomi nasional dapat tumbuh sekitar 5,3% alias sedikit lebih tinggi dibandingkan proyeksi beragam lembaga finansial internasional antara 4,7% dan 5,1%.

Pada 2022, ekonomi Indonesia di kuartal pertama tumbuh 5,01%, kuartal dua 5,44% dan kuartal tiga 5,72%. Jika ekonomi Indonesia tumbuh 5,6% di kuartal empat, maka secara rata-rata ekonomi Indonesia tahun 2022 bakal tumbuh di kisaran antara 5,4% dan 5,6%.

Mengacu kepada proyeksi pertumbuhan ekonomi 2023 maka IHSG tetap berpotensi menguat sebanyak 5,3% dikalikan 2,5 (banking investment beta) dikalikan EPS IHSG 2022 (earnings per index) di kisaran 465 ditambah 465, nan hasilnya adalah 527.

Jika menggunakan nomor median rata-rata tertinggi PER IHSG pada 14,1 kali, maka potensi IHSG tertinggi adalah 14,1 dikali 527 dan target price IHSG adalah 7.403 dan jika menggunakan rata-rata PER terendah pada 13,2 kali adalah 13,2 dikalikan 511 maka nilai terendah IHSG di 2023 sekitar 6.745.

Sehingga Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan IHSG dapat mencapai level 7.500an pada 2023, alias naik sekitar 10% dari posisi akhir Desember 2022 di 6.850,61.

Hal berikut didasari oleh pertumbuhan pendapatan pada 2023 nan diasumsikan tumbuh moderat di tengah normalisasi pendapatan komoditas nan telah naik cukup tinggi. Dan juga berasas pertumbuhan pendapatan emiten-emiten dengan berat sektor nan cukup signifikan terhadap pergerakan IHSG seperti Perbankan, Telekomunikasi, apalagi Teknologi, dan di luar sektor komoditas.

Pada kuartal I-2023 pasar saham tetap menghadapi tantangan tingkat inflasi nan tetap tinggi dan pengetatan kebijakan moneter nan dilakukan bank sentral.

Sementara itu, di kuartal II- 2023 nilai tukar rupiah diproyeksikan menguat di tengah ekspektasi puncak pengetatan kebijakan moneter nan dilakukan The Fed, kemudian dimulainya kampanye-kampanye nan dilakukan untuk menghadapi musim pemilu bakal menjadi katalis positif bagi tingkat konsumsi domestik pada kuartal IV-2023.

Sedangkan untuk tesis investasi jangka panjang komoditas nikel, bauksit, dan komoditas daya mineral nan menjadi sumber industrialisasi daya terbarukan dan ekosistem electric vehicle tetap dapat menjadi pilihan bagi penanammodal pada tahun ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA 

Sanggahan: Berita ini tidak bermaksud membujuk pembaca untuk membeli alias menjual saham/aset terkait. Keputusan investasi sepenuhnya ada pada diri anda, dan CNBC Indonesia tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun untung nan timbul dari keputusan tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Isu Kenaikan BBM Si Biang Kerok, IHSG Gagal Menguat 6 Pekan


(pap/pap)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas