IHSG Awali Tahun Dengan Merah, Ini Penyebabnya | Drafmedia.com

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada penutupan sesi I perdagangan kali ini (02/01/23) setelah kenaikan inflasi pada Desember 2022.

IHSG ditutup pada level 6.830,77 alias turun sebesar 0,29%. Terdapat 271 saham menguat, 237 saham mengalami koreksi dan 177 lainnya konsisten tidak berubah.

Berdasarkan informasi statistik RTI business, tercatat sebanyak 9,5 miliar saham diperdagangkan dengan gelombang perpindahan tangan sebanyak 620 ribu kali serta nilai perdagangan mencapai 3,7 triliun rupiah serta kapitalisasi pasar mencapai 9507 triliun rupiah.

Tingkat inflasi tahunan Indonesia naik tipis menjadi 5,51% pada Desember 2022 dari level terendah tiga bulan di bulan November sebesar 5,4%.

Kenaikan ini mengalahkan konsensus pasar sebesar 5,39%. Tingkat inflasi berada di atas pemisah atas sasaran bank sentral 2-4% selama tujuh bulan berturut-turut.

Tingkat inflasi nan naik dapat menimbulkan kekhawatiran penanammodal terhadap nilai mata duit dan stabilitas ekonomi. Kekhawatiran tersebut dapat menyebabkan penanammodal menjauh dari pasar saham dan memilih investasi di instrumen investasi lainnya nan dianggap lebih aman, seperti obligasi alias deposito.

Pelaku pasar juga berhati-hati setelah informasi menunjukkan kegiatan pabrik China menyusut paling banyak dalam nyaris 3 tahun pada bulan Desember, di tengah penyebaran masif kasus COVID di penjuru negeri gorden bambu tersebut.

Pada skala bulanan, nilai konsumen naik 0,66% di bulan Desember, tertinggi dalam tiga bulan, setelah naik 0,09% di bulan November, dan di atas konsensus pasar nan naik 0,52%.

Investor kurang memperhatikan informasi survei swasta nan menunjukkan kegiatan manufaktur di Indonesia bulan lampau meningkat dari level terendah 5 bulan di bulan November, lantaran para pelaku pasar konsentrasi pada informasi inflasi Desember hari ini.

Laju IHSG pada penutupan sesi I ditahan oleh beberapa saham nan menurun. Adaro Energy turun (-6,23%), diikuti oleh Era Graharealty (-4,42%). Seluruh bank kitab IV berada di area merah dengan Bank Rakyat Indonesia memimpin pelemahan sebesar (-1,82%). Dari sektor kesehatan Metro Healthcare turun (-1,3%).


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Roller Coaster IHSG, Naik Turun Makin Gak Bisa Ditebak


(Muhammad Azwar/ayh)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas