Harga Meroket 138%, Batu Bara Jadi Lumbung Cuan 2022

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Pekerja membersihkan sisa-sisa batu bara nan berada di luar kapal tongkang pada saat bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). Pemerintah Indonesia berambisi untuk mengurangi besar-besaran konsumsi batu bara di dalam negeri, apalagi tak mustahil jika meninggalkannya sama sekali. Hal ini tak lain demi mencapai sasaran netral karbon pada 2060 alias lebih cepat, seperti nan dikampanyekan banyak negara di dunia. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Aktivitas Bongkar Muat Batu Bara di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Batu bara bumi jadi lumbung cuan penanammodal pada tahun ini lantaran mencetak rekor nilai tertinggi sepanjang masa.

Pada 2022 nilai batu bara bumi referensi Newcastle untuk perjanjian satu bulan ditutup di US$404,15 per barel. Sepanjang tahun ini, batu bara bumi bisa melonjak hingga 138%, lebih tinggi dari keahlian tahun lampau ialah 110%.

Harga batu bara bumi mencatatkan lonjakan terbesar dalam sehari pada perdagangan Rabu (2/3/2022) sebesar 40% dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan tersebut membawa nilai batu bara melesat ke US$440 per ton nan membikin harganya menjadi tertinggi sepanjang masa.

Pada bulan nan sama nilai batu bara kembali turun ke posisi US$250 per ton, membuta dingin sementara pasar batu bara nan memanas lantaran bentrok senjata antara Moskow dan Kiev.

Meski demikian esensial batu bara nan menunjukkan bahwa produksi nan rendah tidak sebanding dengan permintaan nan tinggi membikin nilai terus menanjak.

Puncaknya pada perdagangan Senin (5/9/2022) nilai batu bara bumi mencatatkan posisi nilai tertinggi sepanjang sejarah dengan harga batu perjanjian Oktober di pasar ICE Newcastle ditutup di US$ 463,75 per ton.

Rekor baru dipicu oleh krisis gas Eropa. Rusia sudah menegaskan sikapnya jika mereka tidak bakal memasok gas ke Eropa secara penuh jika hukuman kepada Rusia belum dicabut.

Seperti diketahui, Eropa dan beberapa negara Barat serta Jepang memberikan sejumlah hukuman kepada Rusia setelah mereka menginvasi Ukraina.

Termasuk dalam hukuman tersebut adalah larangan impor batu bara. Negara Barat juga sudah mengeluarkan dari sistem finansial bumi Society Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT) sebagai bagian dari hukuman ekonomi ke Negara Beruang Merah.

"Persoalan pompa gas timbul lantaran hukuman nan diberikan kepada kami dan perusahaan kami oleh Negara Barat, termasuk Jerman dan UK. Tidak ada persoalan lain nan menyebabkan persoalan pompa gas," tutur ahli bicara Kremlin Dmitry Peskov, dikutip dariBBC.

Pernyataan Kremilin tersebut langsung melambungkan nilai gas Eropa. Harga gas Eropa langsung melambung 30% sehari dan 400% setahun kemarin menjadi sekitar 272 euro per megawatt hour (MWh).

Seperti diketahui, Rusia melalui perusahaan Gazprom berkontribusi terhadap 35% pasokan gas Eropa melalui jaringan Nord Stream 1. Pasokan gas saat ini terhenti lantaran Gazprom tengah melakukan perawatan terhadap jaringan gas tersebut.Gazprom sebelumnya telah memangkas pasokan gas hanya menjadi 20% sejak Juni.

Keputusan negara nan dipimpin Presiden Vladimir Putin untuk tidak memasok gas secara penuh sampai hukuman dicabut bakal semakin menyulitkan Eropa. Terlebih, Benua Biru tengah dikejar waktu untuk mengisi pasokan gas untuk persiapan musim dingin.

Melonjaknya nilai gas tersebut juga langsung berkapak kepada nilai batu bara mengingat batu bara digunakan sebagai sumber daya alternatif.

Dengan keputusan Rusia, permintaan bakal batu bara diperkirakan bakal kembali melambung sehingga nilai batu bara melonjak.

Keputusan Rusia juga bakal membikin persaingan dalam mendapatkan pasokan semakin ketat mengingat China juga diperkirakan bakal meningkatkan impor menyusul gelombang panas diNegara Tirai Bambu.China tengah berkutat dengan gelombang panas nan menyebabkan penggunaan listrik melonjak tajam.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Lompat 16% Sepekan, Harga Batu Bara Kembali ke US$ 400/Ton


(ras/ras)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas