Harga BBM Pertamina Turun Tahun Baru? Ini Hitungannya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Sejumlah penduduk mengantre untuk melakukan pengisian BBM di SPBU Pertamina di Kawasan Ciputat , Tangeran Selatan, Senin (17/10/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Sejumlah penduduk mengantre untuk melakukan pengisian BBM di SPBU Pertamina di Kawasan Ciputat , Tangeran Selatan, Senin (17/10/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia berpotensi berubah memasuki tahun baru. Penyesuaian nilai nan biasanya terjadi setiap tanggal 1 itu didasari dari nilai minyak mentah bumi dan kurs rupiah saat ini.

Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Abra Talattov mengungkapkan, aspek nan mendasari penyesuaian nilai BBM itu berasas nilai nan bertindak pada dua bulan sebelumnya.

Abra menilai penyesuaian nilai pada awal tahun ini, tepatnya pada Januari 2023, bakal diperhitungkan berasas nilai minyak mentah dan kurs Rupiah pada November 2022.

"Kalau memandang perkembangan bulan November-Desember misalnya nilai minyak brent di bulan November sudah terjadi penurunan," ujarnya kepada CNBC Indonesia, seperti dikutip Minggu, (1/1/2023).

Seperti diketahui, nilai minyak mentah bumi dalam beberapa bulan terakhir ini sudah mengalami sedikit penurunan dibandingkan pada pertengahan tahun ini nan mencapai di atas US$ 100 per barel.

Sedangkan untuk kurs rupiah menjadi aspek penentuan nilai BBM, khususnya BBM non subsidi. Saat ini, kurs rupiah terlibas dolar Amerika Serikat (AS) hingga pada pertengahan perdagangan Kamis (29/12/2022), apalagi menjadi mata duit nan terkoreksi paling tajam di Asia. Padahal, kebanyakan mata duit di Asia sukses menguat.

Mengacu pada informasi Refinitiv, pada pembukaan perdagangan rupiah terkoreksi 0,26% ke Rp 15.740/US$. Kemudian, rupiah sukses memangkas koreksinya menjadi hanya sebesar 0,19% ke Rp 15.730/US$ pada pukul 11:00 WIB. Mata Uang Garuda apalagi menyentuh rekor terlemah tahun ini.

Selain itu, Abra menyebut bahwa selama dua bulan ke belakang nilai minyak mentah bumi relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan nan terjadi pada pertengahan tahun 2022. Dengan begitu, Abra menilai kemungkinan untuk BBM non subsidi naik bakal kecil.

Dia juga menilai aspek kurs rupiah nan menjadi penentu dari penyesuaian nilai BBM non subsidi. Menurutnya, perkembangan kurs dua bulan terakhir tidak terlalu berpengaruh pada pergerakan nilai keekonomian BBM non subsidi.

"Faktor kurs nan hari ini mencatatkan rekor terendah Rp 15.731, tapi ya dalam perkembangan 2 bulan terakhir kursnya memang relatif tidak terlalu volatil artinya tetap Rp 15500 sampai Rp 15700 juga tidak terlalu berpengaruh dalam pergerakan nilai keekonomian BBM non subsidi," imbuhnya.

Dengan kondisi ini, Abra menilai, ada kemungkinan badan upaya bakal mempertimbangkan nilai jual pada awal Januari 2023 mendatang.

Sebelumnya, Seluruh badan upaya penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) baik BUMN seperti PT Pertamina (Persero) maupun swasta ialah Shell Indonesia, BP Indonesia dan juga Vivo Energy Indonesia, per Desember 2022 resmi meningkatkan nilai BBM di seluruh SPBU-nya di Indonesia.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, misalnya nilai BBM non subsidi PT Pertamina (Persero) nan naik di DKI Jakarta, untuk nilai BBM jenis Pertamax Turbo menjadi Rp 15.200 per liter dari sebelumnya Rp 14.300 per liter.

Adapun nilai BBM jenis Dexlite menjadi Rp 18.300 per liter dari sebelumya Rp 18.000 per liter dan untuk BBM Pertamax Dex menjadi Rp 18.800 per liter dari sebelumnya Rp 18.550 per liter.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Perbandingan Harga BBM di Asean, RI Masih nan Paling Murah?


(dem/dem)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas