Harga BBM di RI Harusnya Turun Besok, Ini Hitungannya..

Harga BBM di RI Harusnya Turun Besok, Ini Hitungannya..

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam negeri diperkirakan bakal kembali mengalami penyesuaian. Khususnya per 1 Januari 2023 ini.

Penyesuaian nilai itu khususnya untuk BBM non subsidi dilihat berasas nilai minyak mentah bumi dan kurs rupiah.

Seperti diketahui, nilai minyak mentah bumi dalam beberapa bulan terakhir ini sudah mengalami sedikit penurunan dibandingkan pada pertengahan tahun ini nan mencapai di atas US$ 100 per barel.

Sedangkan untuk kurs Rupiah menjadi aspek dari penentuan nilai BBM khususnya BBM non subsidi. Saat ini, Kurs rupiah terlibas dolar Amerika Serikat (AS) hingga pada pertengahan perdagangan Kamis (29/12/2022), apalagi menjadi mata duit nan terkoreksi paling tajam di Asia. Padahal, kebanyakan mata duit di Asia sukses menguat.

Mengacu pada informasi Refinitiv, pada pembukaan perdagangan rupiah terkoreksi 0,26% ke Rp 15.740/US$. Kemudian, rupiah sukses memangkas koreksinya menjadi hanya sebesar 0,19% ke Rp 15.730/US$ pada pukul 11:00 WIB. Mata Uang Garuda apalagi menyentuh rekor terlemah tahun ini.

Lantas gimana kalkulasi berasas nilai minyak mentah dan kurs Rupiah nan ada saat ini?

Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Abra Talattov mengungkapkan kalkulasi penyesuaian nilai jual BBM non subsidi ditentukan berasas nilai minyak mentah bumi dan kurs rupiah nan bertindak pada dua bulan sebelumnya.

Yang mana dia menilai penyesuaian nilai di bulan Januari 2023 mendatang bakal diperhitungkan berasas nilai minyak mentah dan kurs Rupiah di bulan November 2022. Abra menyebut menurut perhitungannya, kemungkinan nilai naik untuk BBM non subsidi diprediksi bakal kecil.

"2 bulan sebelumnya itu Oktober-November harganya relatif lebih rendah, jadi potensi kenaikan nilai BBM non subsidi memang sangat kecil. Karena tadi memandang perkembangan minyak mentah 2 bulan terakhir," kata Abra kepada CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (31/12/2022).

Adapun Abra juga menilai aspek kurs Rupiah juga nan menjadi penentu dari penyesuaian nilai BBM non subsidi. Menurutnya, perkembangan kurs dua bulan terakhir tidak terlalu berpengaruh pada pergerakan nilai keekonomian BBM non subsidi.

Selain itu, kemungkinan turunnya nilai jual untuk BBM non subsidi selain Pertamax mempunyai potensi nan besar. Dia menyebut badan upaya nan sudah mengkompensasi alias menurunkan untung untuk BBM jenis Pertamax, sehingga menurutnya, potensi perubahan nilai untuk jenis BBM non Subsidi dan non Pertamax.

"Bulan kemarin saya lihat badan upaya sudah mengkompensasi artinya menurunkan potensi keuntungan, barangkali bisa menanggung kerugian dengan penetapan nilai jual satuan Pertamax. Jadi menurut saya, lebih banyak potensi penurunan untuk non subsidi non pertamax," tandasnya.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Ini Alasan Kenapa Harga BBM Orang-orang Kaya Pada Turun


(pgr/pgr)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas