Guru Bukan Lagi Sebagai Pusat Pembelajaran, Ini Perannya

Guru Bukan Lagi Sebagai Pusat Pembelajaran, Ini Perannya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Guru Bukan Lagi Sebagai Pusat Pembelajaran, Ini Perannya

Untuk menghasilkan sumber daya manusia nan handal diawali dari pendidikan dasar. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, guru bukan lagi sebagai pusat pembelajaran, namun juga sebagai fasilitator, planner, inovator, dan motivator. Bagaimana sebenarnya pembimbing masa depan? Yaitu pembimbing nan bisa berkedudukan sebagai berikut:

PLANNER

Planner, artinya pembimbing mempunyai program kerja nan jelas, program kerja tersebut tidak hanya berupa program rutin, misalnya menyiapkan seperangkat arsip pembelajaran seperti Program Semester, Modul Ajar, dan sebagainya. Akan tetapi pembimbing wajib mempunyai rencana gimana setiap pembelajaran nan dilakukan sukses maksimal. Untuk itu apa dan gimana rencana nan dilakukan, sudah terprogram dengan baik.

INOVATOR

Inovator, artinya pembimbing mempunyai kemauan untuk melakukan pembaharuan dan pembaharuan. Itu termasuk pola pembelajaran, metode mengajar, media pembelajaran, sistem dan perangkat evaluasi. Secara perseorangan maupun bersama-sama, pembimbing bisa untuk merubah pola lama nan selama ini tidak memberikan hasil maksimal. Melalui pola pembelajaran baru, maka bakal berakibat pada hasil belajar siswa nan lebih maksimal.

MOTIVATOR

Motivator di sini mempunyai makna pembimbing masa depan nan mempunyai motivasi untuk terus belajar dan belajar. Bukan hanya itu, pembimbing juga bisa memberikan motivasi kepada anak didik untuk belajar dan terus belajar sebagaimana dicontohkan oleh gurunya.

DEVELOPER

Guru mau untuk terus mengembangkan diri dan menularkan keahlian dan keterampilannya kepada kawan sejawat. Guru masa depan haus bakal menimba keterampilan, dan bersikap peka terhadap perkembangan teknologi, misalnya bisa dan terampil mendayagunakan komputer, internet, dan beragam model pembelajaran multi media.

CAPABLE PERSONAL

Capable personal, maksudnya pembimbing diharapkan mempunyai pengetahuan, kecakapan dan ketrampilan serta sikap nan lebih mantap dan memadai, sehingga bisa mengelola proses pembelajaran secara efektif.

Guru tidak kudu melulu menyampaikan pelajaran sesuai dengan kurikulum, namun dituntut dapat mengembangkan potensi siswanya. Masyarakat sangat memerlukan para guru-guru nan bisa mengangkat gambaran dan marwah pendidikan bangsa ini nan terkesan sudah carut marut, dan seperti benang kusut. Guru kudu bisa menjadi contoh teladan mentransfer nilai-nilai etika moral. 

Selengkapnya
Sumber Pendidikan
Pendidikan
Atas