Fadli Zon Minta Pemerintah Utamakan Kesejahteraan Petani, Bukan Konsumen

Fadli Zon Minta Pemerintah Utamakan Kesejahteraan Petani, Bukan Konsumen

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Suara.com - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) minta kebijakan pangan pemerintah mengutamakan kesejahteraan petani dan bukannya konsumen.

Ketum HKTI, Fadli Zon menyebut, jika petani sejahtera maka konsumen pastinya sejahtera dan negara juga akan ikut sejahtera.

"Prinsip menempatkan kesejahteraan petani sebagai titik tumpu kebijakan ini belum kita lihat. " kata Ketua Umum HKTI Fadli Zon dalam catatan akhir tahunnya, Sabtu (31/12/2022).

Menurut Fadli Zon, hal ini bisa dilihat dari ketetapan HPP (harga pembelian pemerintah) untuk gabah atau beras yang belum pernah direvisi dalam dua tahun terakhir, padahal setahun terakhir Indonesia tengah menghadapi isu inflasi.

Baca Juga: Dinilai Sektor yang Paling Tahan Hadapi Berbagai Masalah, Banyak Pemuda di Bali Beralih Profesi Jadi Petani

Sementara, ia menjelaskan, sebelum Permendag 24 tahun 2020, pemerintah juga sebelumnya tidak pernah merevisi HPP selama lima tahun penuh.

"Kita tahu, besaran HPP sebelumnya ditetapkan melalui Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah. Kebijakan HPP itu baru direvisi tahun 2020," katanya.

Menurut HKTI, HPP adalah instrumen penting yang bisa mendongkrak kesejahteraan petani. Sebab, HPP menjadi acuan pihak swasta dalam membeli gabah dan beras petani.

HPP yang berlaku saat ini adalah Rp8.300 per kg beras dengan kualitas kadar aerial paling tinggi 14 persen, butir patah paling tinggi 20 persen, kadar menir paling tinggi 2 persen dan derajat sosoh paling sedikit 95 persen.

Sedangkan HPP gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp4.200 per kg dengan kualitas kadar aerial paling tinggi 25 persen dan kadar hampa/kotoran paling tinggi 10 persen.

Baca Juga: Pertanian Modern ala Smart Green House, Tingkatkan Produksi Hortikultura dan Gaet Petani Milenial

Selain HPP, kata Fadli Zon, pemerintah perlu segera merevisi angka perfect CBP (cadangan beras pemerintah). "Memang idealnya stok yang dimiliki Bulog adalah sekitar enam bulan penyaluran. Jika kita mengacu information penyaluran Bulog pada 2020-2021, angka rata-rata penyaluran per bulan adalah sekitar 120 ribu ton. Jika angka ini dijadikan patokan, maka stok perfect di Bulog adalah sekitar 720 ribu ton. Ini adalah angka ideal," katanya.

Selengkapnya
Sumber Berita Terbaru - Trending 2023
Berita Terbaru - Trending 2023
Atas