Erick Pamer, Dulu BUMN Beban, Sekarang Cuan! Nih Buktinya | Drafmedia.com

Erick Pamer, Dulu BUMN Beban, Sekarang Cuan! Nih Buktinya | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mau merubah persepsi nan beranggapan bahwa perusahaan negara selama ini merupakan beban negara dengan melakukan pembenahan melalui program transformasi BUMN.

Salah satu strategi nan dilakukan adalah pembentukan holding dan sub holding seperti nan diterapkan pada PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero). Menurutnya, ada pemborosan nan terjadi pada kedua perusahaan tersebut.

Melalui pembentukan holdong dan sub holding, maka laporan keuangannya dapat terpisah dan terlihat jelas arus biaya perusahaan nan mempengaruhi keahlian perseroan. Selain itu, Kementerian BUMN pun dapat mudah melakukan pemeriksaan keuangan.

"PLN bukunya sekarang dipisahkan agar mudah periksanya. Sama Pertamina juga, bukunya dipisahkan antara hulu, hilir, kapal," ujarnya dalam konvensi pers di gedung Kementerian BUMN Jakarta, Senin (2/1).

Sehingga, kata Erick, jika ada oknum nan tidak bertanggung jawab alias ada indikasi tindak pidana korupsi dapat segera dieksekusi.

"Jadi terlihat pas diperiksa, ada pemborosan kita cut, korupsi kita sikat. Supaya makin sehat," sebutnya.

Erick menambahkan, sejak melakukan transformasi, ada kesepakatan dari tiga kementerian yaitu, Menteri Keuangan dan Menteri ESDM terkait percepatan pembayaran subsidi dan kompensasi. Erick mengatakan perihal ini baru pertamakali terjadi.

Hal tersebut merupakan hasil dari sinergi antarkementerian nan tak lagi mengedepankan ego sektoral. Sehingga, membikin seluruh daya menjadi lebih transparan. Namun, Erick meminta PLN dan Pertamina tidak terlena dengan kebijakan percepatan pembayaran subsidi dan kompensasi.

Erick menyebut, saat ini utang PLN telah turun menjadi sekitar Rp 404 triliun hingga Rp 406 triliun dengan adanya kebijakan tersebut. Kondisi ini membikin PLN jauh lebih sehat. Erick mengatakan jika sudah sehat, PLN bisa untuk berinvestasi lebih besar dalam pengembangan EBT.

"Jangan cepet dibayarnya, PLN dan Pertamina tetap bussiness as usual. Harus dibongkar mindsetnya. Waktu itu saya tekan capex mesti turun, jangan foya-foya dan ada markup. Buktinya bisa turun 25-35 persen di PLN, artinya pemborosan itu pernah terjadi," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Direksi BUMN, Catat! Erick Ingin Laba BUMN Tahun Ini Rp 144 T


(rob/ayh)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas