Eks Menkeu Sebut Ongkos Redam Inflasi di 2022 Mahal | Drafmedia.com

Eks Menkeu Sebut Ongkos Redam Inflasi di 2022 Mahal | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan tahun 2014-2016 Bambang P.S Brodjonegoro mengungkapkan bahwa pencapaian inflasi tahunan sebesar 5,51% pada tahun 2022 ini jauh lebih baik dari perkiraan awal sebesar 6%.

Bahkan, nomor ini lebih baik dari pencapaian di beberapa negara lain nan tembus hingga double digit. Bambang menegaskan bahwa biaya nan kudu dikeluarkan pemerintah untuk menangani inflasi ini cukup besar.

"Tentunya upaya pemerintah, baik melalui subsidi maupun juga upaya menjaga beberapa komoditas krusial maka inflasi bisa dikendalikan di seputaran 5,50% alias lebih rendah dari itu," kata Bambang dalam program Profit, CNBC Indonesia TV, Senin (2/1/2022).

"5,50% tidak murah biayanya, pemerintah kudu mengelontorkan subsidi BBM," tambahnya. Selain itu, tentunya pemerintah kudu melakukan operasi pasar agar nilai komoditas pokok tetap terkendali.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen alias IHK Indonesia sepanjang 2022 mengalami inflasi sebesar 5,51%. Inflasi ini dipicu oleh kenaikan nilai bahan bakar mineral (BBM).

Seperti diketahui, melalui Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2022, Pemerintah sebenarnya meningkatkan anggaran subsidi dan kompensasi daya menjadi tiga kali lipat.

Dalam perihal ini, kenaikan subsidi untuk BBM dan LPG dari Rp77,5 triliun ke Rp149,4 triliun, serta untuk listrik dari Rp56,5 triliun naik ke Rp59,6 triliun. Kemudian, kompensasi untuk BBM dari Rp18,5 triliun menjadi Rp252,5 triliun dan kompensasi untuk listrik dari semula Rp0 menjadi Rp41 triliun.

Alhasil, total subsidi dan kompensasi untuk BBM, LPG, dan listrik pada 2022 itu mencapai Rp502,4 triliun. Adapun, nomor Rp502,4 triliun ini dihitung berasas dari rata-rata ICP nan bisa mencapai US$105/barel dengan kurs Rp14.700/US$, serta volume Pertalite nan diperkirakan bakal mencapai 29 juta kilo liter dan volume solar bersubsidi ialah 17,44 juta kilo liter.

Sebagai catatan, anggaran subsidi dan kompensasi di tahun ini sebesar Rp 502,4 triliun, naik empat kali lipat dari alokasi awal nan ditetapkan sebelumnya sebesar Rp 152,5 triliun.

Peningkatan alokasi subsidi dan kompensasi di tahun ini pun telah disepakati oleh DPR pada Mei 2022, seiring adanya kenaikan nilai minyak dunia, di tengah adanya perang Rusia dan Ukraina.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Sial! Penikmat BBM Pertalite 80%-nya Adalah Orang Kaya


(haa/haa)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas