COVID Meledak Lagi di China, Aktivitas Pabrik Babak Belur | Drafmedia.com

COVID Meledak Lagi di China, Aktivitas Pabrik Babak Belur | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Kegiatan pabrik di China mengalami penurunan selama 3 bulan berturut-turut hingga Desember 2022, ini menjadi penurunan paling tajam dalam 3 tahun. Hal itu terjadi lantaran kasus COVID nan menyebar pada jalur produksi di negara tersebut.

Dikutip dari Reuters, Senin (2/1/2023), Biro Statistik Nasional mencatat, purchasing manager's index (PMI) mengalami penurunan menjadi 47,0 alias turun dibanding bulan November nan berada di posisi 48,0.

Angka 50 sendiri menjadi pemisah kontraksi PMI. Penurunan tersebut merupakan nan terbesar sejak awal pandemi pada Februari 2020.

Data tersebut memberikan gambaran resmi di sektor manufaktur China setelah mencabut pengetatan pada awal Desember. Secara kumulatif diperkirakan kasus COVID mencapai 18,6 juta pada Desember. Hal ini merujuk perkirakan perusahaan informasi kesehatan Airfinity nan berbasis di Inggris.

Analis mengatakan, lonjakan kasus dapat menyebabkan kurangnya tenaga kerja dan meningkatkan gangguan pada rantai pasok.

Reuters melaporkan, Tesla berencana mengurangi agenda produksi pada pabriknya di Shanghai pada bulan Januari. Kemudian, memperpanjang pengurangan produksi hingga tahun depan.

Permintaan nan melemah di kembali kekhawatiran resesi global, inflasi dan perang Ukraina memperlambat ekspor China. Hal ini berakibat pada sektor manufaktur secara besar-besaran dan menghalang pemulihan ekonomi.

"Jadi meskipun China membuka diri, manufaktur tetap bakal melambat lantaran perekonomian bumi lainnya sedang melambat. Pabrik bakal mempunyai pekerja, tetapi mereka tidak bakal mendapat pesanan," kata Cameron Johnson, mitra di Tidalwave Solusi, perusahaan konsultan supply chain.

Simak Video "Luhut Makin Gencar Rayu Tesla Masuk RI: Mereka Mau Lari ke Mana?"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ang)

Selengkapnya
Sumber Berita Keuangan Update
Berita Keuangan Update
Atas