Cicil Mobil-Motor Listrik DP-nya Cuma 0%, Mau? | Drafmedia.com

Cicil Mobil-Motor Listrik DP-nya Cuma 0%, Mau? | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Sederet kemudahan dan insentif disiapkan Otoritas Jasa Kedua (OJK) dalam rangka mempercepat penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di tengah masyarakat.

Insentif diberikan dalam rangka pembelian motor ataupun mobil listrik. Menurut Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, kebijakan insentif kendaraan listrik ini mendukung pemulihan perekonomian nasional.

"OJK telah merilis kebijakan terkait ketentuan prudensial untuk mendukung program percepatan KBL BB serta pengembangan industri hulunya mulai dari industri baterai, industri charging station, dan industri komponen baik di bagian perbankan, IKNB, dan pasar modal," ungkap Mirza dalam konvensi pers virtual, Senin (2/1/2022).

Apa saja insentif nan diberikan? Yang pertama adalah memudahkan pembelian kendaraan listrik dengan mengizinkan duit muka angsuran kendaraan listrik hanya 0%.

"Uang muka pembelian KBLBB dapat diterapkan paling rendah 0% dari nilai jual kendaraan nan berkepentingan dengan memenuhi ketentuan POJK 35 tahun 2018 dan POJK 10 tahun 2019," papar Mirza.

Mirza juga mengatakan pihaknya memberikan insentif di bagian perbankan dan perusahaan pembiayaan berupa relaksasi kalkulasi Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dengan menurunkan berat akibat angsuran ATMR menjadi 50% bagi produksi dan konsumsi KBLBB dari semula 75% nan dikeluarkan sejak tahun 2020 dan telah diperpanjang hingga 31 Desember 2023.

"Ada insentif penyediaan biaya debitur untuk relaksasi berat akibat aset nan disesuaikan untuk angsuran menjadi 50% itu diperpanjang sampai Desember 2023, bertindak untuk bank dan perusahaan pembiayaan," ungkap Mirza.

Selain itu pihaknya juga menyiapkan penilaian kualitas angsuran alias pembiayaan dan pengecualian Batas Maksimum Pemberian Kredit/Pembiayaan (BMPK/BMPP).

Untuk industri asuransi, penetapan tarif premi, kontribusi, serta pengenaan akibat sendiri (deductible) dapat diterapkan pada tingkat nan lebih rendah dari pemisah minimum sebagaimana diatur dalam Surat Edaran OJK Nomor 6/SEOJK.05/2017.

"Untuk industri asuransi penerapan tarif premi retribusi dan pengenaan akibat sendiri bisa diatur di bawah pemisah minimum," pungkas Mirza.

(dna/dna)

Selengkapnya
Sumber Berita Keuangan Update
Berita Keuangan Update
Atas