Chaos! Demo Anti Pemerintah Pecah, Puluhan Orang Tewas | Drafmedia.com

Chaos! Demo Anti Pemerintah Pecah, Puluhan Orang Tewas | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

This aerial view shoes plumes of smoke billowing from the site of a fire that broke out at the Waaheen market in Hargeisa, Somaliland, on April 2, 2022. - A massive fire tore through the main market in the city of Hargeisa in northern Somalia overnight, injuring about two dozen people and destroying hundreds of businesses, officials said on April 2, 2022. (Photo by MATAAN YUUSUF / AFP) Foto: Kebakaran di Somaliland. (AFP/MATAAN YUUSUF)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sedikitnya 20 orang tewas di daerah Somaliland diri dalam bentrok antara pengunjuk rasa anti-pemerintah dan pasukan keamanan selama beberapa hari terakhir. Hal tersebut diungkapkan seorang di salah satu rumah sakit daerah nan memisahkan diri dari Somalia tersebut.

Selama lebih dari seminggu polisi dan militer telah memerangi para pengunjuk rasa di Laascaanood, sebuah kota di timur Somaliland nan dipersengketakan antara Somaliland dan Puntland, salah satu tetangganya nan merupakan daerah semi-otonom Somalia.

Mohamed Farah, seorang master di Rumah Sakit Laascaanood, sebuah akomodasi umum di Laascaanood, mengatakan kepada Reuters bahwa sedikitnya 20 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Dia mengatakan telah memandang mayat-mayat korban dibawa ke akomodasi tersebut.

Para pengunjuk rasa menuntut Somaliland menyerahkan kendali kota ke Puntland dan juga menuduh pasukan keamanan kandas mengakhiri ketidakamanan di kota itu.

"Somaliland dengan paksa menduduki Laascaanood dan kandas mengamankannya. Kami menuntut mereka pergi," kata Adaan Jaamac Oogle, ahli bicara pengunjuk rasa kepada Reuters, dilansir Senin (2/1/2023).

"Kami tidak bisa menolerir pertumpahan darah penduduk sipil nan terus berlanjut."

Somaliland memisahkan diri dari Somalia pada 1991, tetapi belum mendapatkan pengakuan internasional nan luas atas kemerdekaannya. Wilayah ini sebagian besar tenteram sementara Somalia bergulat dengan perang kerabat selama tiga dekade.

Wakil Presiden Puntland, Ahmed Elmi Osman Karash, menuduh pasukan keamanan melakukan kekerasan.

"Apa nan dilakukan tentara Somaliland adalah pembantaian penduduk sipil," katanya kepada Reuters.

Sementara itu, Mahad Ambaashe Elmi, seorang komandan senior tentara Somaliland, tidak berkomentar.

Menteri Informasi Somaliland, Salebaan Ali Koore, mengimbau para pengunjuk rasa dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu untuk menghentikan demonstrasi mereka dan memulai negosiasi dengan pemerintah.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Demo Tolak BBM Naik 'Dicuekin' DPR, Buruh Ancam Demo Lanjutan


(luc/luc)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas